Lebih Dekat dengan Iptu Pradifta Dhananjaya Kapolsek Termuda Awali Karir dari Intel

IPTU Pradifta, begitulah orang menyebut pria gagah ini yang setiap harinya berdinas di kepolisian. Lelaki ini, lahir di Semarang pada 12 Agustus 1992,  kini umurnya genap 24 tahun. Usia yang terbilang sangat muda bagi seorang personil Polri.

Selain berusia muda, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) ini bernama lengkap Iptu Pradifta Dhananjaya Pangihutan Simanjuntak. Kini dia bertugas di Polres Kota Baubau dipercayai menduduki jabatan strategis.

Dia menjabat sebagai Kapolsek KPPP Pelabuhan Murhum Kota Baubau, menggantikan AKP Suryadi yang menjabat sebelumnya. Bertugas di kawasan pelabuhan tentu saja Paradifta bertanggung jawab atas kemanan dan kenyamanan masyarakat yang keluar masuk di area pelabuhan.

Karier Paradifta di institusi kepolisian terbilang cukup mulus, sebab dia baru enam tahun menjadi anggota kepolsian. Kurun waktu itu, Paradifta sudah menduduki tiga jabatan tinggi, dianataranya menjadi Kapolsek Sawah (Konawe Utara), Kapolsek Bungi, dan Kapolsek Kawasan Pelabuhanan.

Lulus dari Akademik Kepolisian pada tahun 2010, Paradifta memilih melanjutkan studi pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian di Jakarta. Gelar SIk diraihnya empat tahun kemudian, tahun 2014.

Paradifta mengawali kariernya di satuan intelkam Polri. Bergabung di satuan intel, sesuai cerita Paradifta tidaklah mudah, tapi melalui rentetan seleksi dan tes, termasuk tes psikologis. Saat dirinya mengikuti tes, terdapat 50 peserta. Dari peserta sebanyak itu, Paradifta berhasil memperoleh nilai tinggi dan masuk peringkat tiga, sehingga terjaring masuk satuan intel Polri.

Di satuan intelkam. Paradifta kemudian mendapat kesempatan mengikuti pendidikan khusus intel selama tiga bulan di Jakarta.   Tuntas menjalani pendidikan khusu intel, pada oktober tahun 2014, dia ditugaskan ke wilayah Polda Sutra dan langsung menjabat sebagai Kasi SPK Polres Kendari.

Paradifta mengaku hanya menjalankan tugas dua bulan disana, karena tak lama kemudian ada mutasi yang membuat dirinya masuk di Polda Sultra menjadi salah  satu personil intelkam Polda Sultra.  Bergabung selama seminggu di intekam Polda Sultra, Paradifta kembali mendapat penugasan mengikuti pendidikan bahasa inggris selama tiga bulan di Jakarta Timur.

Sepulangnya dari pendidikan, Pradifta dipercayakan menjabat sebagai Kapolsek Sawah (Konawe Utara) pada mei tahun 2015.  Jabatan itu diembannya selama 10 bulan, karena mutasi berikutnya yang terjadi pada Maret 2016, Paradifta mendapat penugasan ke Kota Baubau. Di Baubau paradifta pernah menjabat Kapolsek kecamatan Bungi, lalu pindah lagi ke Polsek Murhum.

Saat menjabat Kapolsek di Konawe Utara, Paradifta mengaku pernah menangani perkara berat yang sudah cukup lama. Perkara tersebut adalah percobaan pembunuhan yang terjadi lima tahun sebelum dirinya datang ke Konawe Utara. Perkara tersebut diselesaikannya melalui jalur kekeluargaan.  “Kalau menyelesaikan perkara kami sering mengedepankan upaya persuasif,” kata Paradifta.

Upaya persuasif menjadi pilihannya, karena daerah tersebut dikenal sebagai daerah rawan kriminalitas.  Tindakan persuasif dianggapnya sebagai solusi untuk membebaskan daerah itu dari stempel rawan kriminalitas, menjadi daerah yang damai.  (Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment