Hentikan bantuan untuk daerah yang hambat GEMPITA !

Makassar – Pemanfaatan lahan tidur dan regenerasi petani adalah prinsip dalam gerak langkah menteri pertanian Amran sulaiman. Prinsip gerak inilah yang diembankan kepada Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) untuk direalisasikan. secara tegas mentan akan cabut bantuan untuk daerah yang menghambat GEMPITA.

Suksesi swasembada pangan bukan hanya misi pemerintah saja. Misi ini harus jadi misi seluruh rakyat indonesia. Maka peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya swasembada pangan harus ditingkatkan. Pemerintah daerah harus bersinergi dengan Gempita dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya swasembada pangan.

Dalam agenda kunjungan kerja menteri pertanian keberbagai daerah selalu menekankan agar gerakan perluasan area tanam dengan memanfaatkan lahan tidur dan regenerasi petani terus digalakan. Gempita menjadi ujung tombak dalam program ini. Menteri pertanian akan memberikan reward dan punishment kepada daerah.

Di Makassar, Menteri pertanian berkumpul dengan para penggiat gempita. Percepatan pencapaian program menjadi kerangka diskusi. Laporan laporan dari para penggiat GEMPITA menjadi bahan evaluasi termasuk adanya beberapa daerah yang menghambat GEMPITA. Dalam diskusi tersebut, menteri pertanian mendapat laporan dari GEMPITA Konawe Selatan yang menghambat usulan CP/CL dan laporan permasalahan dari berbagai daerah lainnya seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah.

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman mengancam akan menghentikan seluruh bantuan program pertanian untuk Kabupaten Konawe Selatan. Hal ini menyusul sikap kepala dinas setempat yang menolak usulan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) oleh Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Konsel.

“Ini ada pemuda tani mau bantu pemerintah kok ditolak. Kalau tidak dukung Gempita, seluruh bantuan di Konsel akan saya cabut dan hentikan. Saya akan alihkan bantuan ke daerah lain yang lebih membutuhkan,” kata Amran Sulaiman dalam percakapan via telepon seluler dengan Wakil Bupati Konsel Arsalim, Jumat malam (17/3/2017).

Mentan menegur Pemda Konsel saat menerima laporan pengurus Gempita Sultra usai menghadiri pertemuan dengan rektor se Indonesia, di Hotel Grand Clarion Makassar semalam.

Dalam laporan yang disampaikan ketua Gempita Sultra, Rustam, Kepala Dinas Pertanian Konsel Akbar, menolak menandatangan SK penetapan CPCL yang diusulkan oleh pengurus Gempita Konsel.

“Menurut laporan pengurus Gempita di Konsel, Pak kadis menolak menSK-kan penetapan CPCL usulan Gempita karena tidak ada dalam juklak maupun juknis. Belakangan beralasan lagi kuota untuk Konsel sudah terpenuhi,” kata Rustam disela-sela audiens dengan pengurus Gempita Sulsel dan Sultra di lobi Hotel Grand Clarion Makassar semalam.

Amran meminta kepada seluruh bupati dan walikota serta dinas pertanian di daerah agar benar-benar bersinergi dengan Gempita. Apalagi kehadiran organisasi bentukan Mentan ini adalah untuk mendorong pemuda dalam mengarap lahan tidur untuk mencapai swasembada pangan khususnya jagung hibrida.

Sejalan dengan ini, Koordinator Nasional Bidang Produksi Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) Deni Rusdiana menginstruksikan kepada pengurus gempita di tiap provinsi seluruh indonesia untuk mengajak seluruh kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten untuk bersinergi dengan gempita dalam rangka perluasan area tanam jagung dan rekrutmen generasi pelanjut pertanian. “ajak semua dinas pertanian provinsi dan kabupaten untuk bersinergi, dan segera laporkan jika terjadi penghambatan misi gempita agar menjadi bahan laporan ke pak mentan” ujar Deni Rusdiana.

Pada kesempatan itu, Mentan mengajak kepada seluruh pemuda di Indonesia agar benar-benar mengambil peran dalam bidang pertanian.

“Rugi lah anda sebagai anak muda kalau tidak mau menanam jagung. Kalau saya menanam satu tongkol jagung saja, saya pasti bisa kaya. Nah, kalian yang anak muda akan dikagumi kalangan wanita cantik kalau kaya. Karean itu mulai sekarang berlomba menanam jagung,” kata Amran Sulaiman.

Dikatakan Mentan, penanaman jagung hibrida merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo bersama Kementerian Pertanian. Karena itu seluruh stakeholder wajib mendukung program tersebut untuk mewujudkan swasembada jagung. Sehingga tidak perlu lagi mengimpor dari luar negeri hanya untuk urusan pakan ternak. (mh)

You might also like More from author

Leave a comment