Babak Baru Perambahan Hutan Jati Sampolawa

BATAUGA-Polemik perambahan hutan jati dikawasan APL Kecamatan Sampolawa memulai babak baru. Aktifitas pengangkutan jati menggunakan kontener yang hingga kini masih terus berlangsung mendapat sorotan dari masyarakat setempat. Pasalnya, tidak ada izin resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi kepada pihak perusahaan.

Hal itu dibenarkan salah satu Anggota DPRD Busel, La Ode Amal. Kata dia, berdasarkan hasil konsultasinya di Kendari, pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi hingga kini belum mengeluarkan izin resmi kepada perusahaan terkait aktifitas di kawasan APL tersebut. Artinya, seharusnya tidak ada perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Namun, hal itu berbanding terbalik dengan fakta dilapangan. Hampir setiap hari aktifitas pengangkutan jati menggunakan truk dan kontener terus berlangsung.

“Kita dengar perusahan itu masih ada beroprasi di Sampolawa. Namun setelah saya tanyakan pada Dinas Kehutanan Provinsi Sultra dikatakan tidak ada perusahaan beroperasi. Tapi nyatanya, yang kita lihat ini mobil truk mengangkut jati masih lalu lalang,”kata La Ode Amal.

Selain persoalan izin, lahan kosong bekas tumbuhnya jati juga dipertanyakan oleh La Ode Amal. Pasalnya, peruntukan lahan tersebut belum jelas peruntukannya, apakah dibiarkan begitu saja ataukah ada pemanfaatan lain. “Aktifitas perambahan hutan jati yang sampai hari ini masih terjadi di Sampolawa, kemudian lahan jati yang telah diambil jatinya itu mau diapakan,” ucap La Ode Amal.

Pada kesempatan itu, Legislator Hanura itu meminta kepada pemerintah provinsi agar segera bersurat ke Pemerintah Daerah Buton Selatan untuk segera melihat kembali fenomena perambahan hutan jati di Sampolawa. Bila terus dibiarkan, maka kemungkinan buruk aktifitas perambahan jati secara ilegal akan menyebar sampai ke Batauga.
“Jadi bukan hanya perusahaan, tapi ada masyarakat dan oknum tertentu yang terindikasi bermain-main dalam perambahan hutan jati itu,” pungkasnya. (Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment