Pilkada Bombana, Tujuh TPS Diputuskan PSU

JAKARTA – Sidang pembacaan putusan sengketa Pilkada Bombana sudah digelar, Rabu (26/4). Hasilnya, gugatan pasangan Kasra Jaru Munara – Man Arfa dikabulkan sebagian oleh Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat.

Dari total 51 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diminta untuk dilakukan pemungutan suara ulang (PSU), MK hanya mengabulkan 7 TPS saja untuk dilakukan PSU.

Arief Hidayat dalam pembacaan putusan mengatakan dalam eksepsi termohon dalam hal ini pasangan Tafdil – Johan Salim tidak dapat dibuktikan. Justru sebaliknya, apa yang menjadi gugatan pasangan Kasra – Man Arfah sebagian dapat diterima.

“Eksepsi termohon dan terkait tidak dapat dibuktikan. Mengabulkan gugatan pemohon sebagian, ” ujar Arief Hidayat saat membacakan putusan.

Tujuh TPS yang diperintahkan untuk digelar PSU oleh KPUD Bombana diantaranya TPS 1 Desa Hukaea, TPS 2 Desa Lantari, TPS 2 Desa Tahi Ite, TPS 1 Desa Larete, PTS 2 Desa Larete (TPS 2 Marampuka), TPS 1 Desa Lemo (TPS 1 Marampuka) dan TPS 1 Desa Lamoare.

Dengan adanya putusan tersebut, MK memberikan waktu kepada KPUD Bombana untuk menjalankan putusan MK paling lambat 30 hari setelah pembacaan putusan diucapkan. “Memerintahkan agar KPU melaksanakan putusan MK paling lambat 30 hari kerja setelah diucapkannya putusan,” tutupnya.

Sementara itu, calon Bupati Bombana Kasra Jaru Munara yang dikonfirmasi mengungkapkan meski putusan tidak sesuai dengan harapan akan tetapi pihaknya tetap mengapresiasi Hakim MK dalam memberikan putusan. Selanjutnya pihaknya akan melakukan konsolidasi baik ditingkat partai maupun tim-tim lainnya.

Tidak hanya itu, dengan adanya putusan MK yang memerintahkan KPUD Bombana untuk melakukan PSU di 7 TPS membuatnya optimis bisa meraih kemenangan. Apalagi selisih suara yang diperoleh sangat tipis pada Pilkada lalu.

“Alhamdulillah, kami sangat optimis. Insya Allah masih besar peluang walaupun harus kerja keras,” singkatnya. (Man/war)

You might also like More from author

Leave a comment