Diduga Ada Ribuan Honorer di Busel tak Jelas

– Arusani Sidak SKPD

BATAUGA-Wakil Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SKPD di Busel. Sidak bertujuan untuk menyapu besrsih pungutan liar (saber pungli) sekecil-kecilnya di jajaran SKPD pemerintahan Buton Selatan.

“Jadi tujuan sidak tadi ini yang saya kejar adalah pungli kecil di dinas-dinas. Jadi hanya untuk memberantas pungli kecil, bukan pungli besar. Dalama arti pungli itu ada di SKPD semua,” kata H Arusani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/6).

Menurut Arusani, praktek pungli kecil ini dapat dibuktikan dari apsensi kehadiran. Ribuan nama tercatat sebagai tenaga honorer di Busel yang digaji melaui anggaran daerah (APBD). Ironisnya, nama-nama yang tercantum dalam apsensi kehadiran tercatat tak pernah masuk kantor.
“Nah yang ada namanya ini punya insentif. Sekarang insentifnya ini dikemanakan. Namanya ada, tapi orangnya tidak ada. Jadi uangnya ini dikemanakan. Itu bagian contoh pungli kecil, tapi kalau dihitung-hitung besar juga jumlahnya,” tambah H Arusani dengan sedikit canda.

Kata dia, berdasarkan hasil sidak yang dilakukan, sejumlah dinas diduga kuat menerapkan praktek pungli kecil. Faktanya, beberpa dinas seperti Sekretariat DPRD dan Dinas Sosial Busel didapati tidak memiliki apsensi kehadiran. Selain di SKPD, hal serupa juga terjadi di Kecamatan Batauga. Dari 20 orang tenaga honorer yang tercatat tak satupun yang terlihat masuk kantor. “Makanya dalam waktu dekat ini saya akan panggil camatnya, La Ajima untuk mempertanyakan gaji para honerer ini,” bebernya.

Arusani mengaku, sebagai mantan anggota DPRD Buton dan Buton Selatan, ia memahami mekanisme anggaran belanja pegawai daerah. Sihingga praktik pungli kecil tersebut mudah di identifikasi. “Jadi saya akan panggil semua honorer ini. Kalau itu terjadi maka kami akan melakuakan pembinaan terhadap yang bersangkuatan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi, karena itu merugikan daerah. Kalau misalnya sudah mendapat pembinaan namun masih melakukan hal yang serupa, maka mereka akan berurusan dengan pihak yang berwajib,” tutupnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Show Comments (1)