Sejumlah Bahan Pokok Alami Kenaikan Harga

BAUBAU- Sejumlah bahan pokok yang dijual para pedagang di pasar tradisional kota Baubau masih bertahan dengan harga yang cukup tinggi. Tak sedikit pula komoditi sembako yang awalnya sempat bertahan dengan harga rendah, kini mengalami gejolak kenaikan harga.

Kenaikan harga terjadi pada sejumlah barang seperti sayur kol dan cabai rawit merah. Sedangkan bahan sembako yang masih bertahan dengan harga tinggi yakni daging sapi dan bawang putih.

Jeni (32), pedagang makanan di Kelurahan Lipu, Kota Baubau, mengungkapkan, harga sayur kol cenderung naik dari sebelumnya berkisar Rp 15 ribu per kilogram naik menjadi Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.

“Yang lagi naik paling kol dengan beberapa komoditas lain. Naik Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram. Kalau yang bagus naiknya lebih dari segitu,” ujar Jeni ditemui ditempat jualannya.

Selain kol, cabai rawit merah juga mengalami kenaikan harga sebesar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Jika sebelumnya dijual Rp 30 ribu per kilogram, saat ini berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 45ribu per kilogram. Kenaikan ini disebabkan karena tingginya permintaan sedangkan pasokan yang ada di pasar Karya Nugrah berkurang.

Sementara daging sapi masih bertahan dengan harga tinggi mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogramnya. Sama halnya dengan daging sapi bawang putih juga tertahan di harga tinggi yakni Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram, padahal disaat normal harganya berkisar Rp 35 ribu per kilogram.

Disisi lain ada sejumlah barang yang harganya masih stabil bahkan menunjukan penurunan meski tidak secara signifikan, diantaranya cabai merah keriting, cabai rawit hijau dan cabai merah besar yang berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan daging ayam potong masih dijual dengan kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 60 ribu per ekor disesuaikan dengan ukurannya.

Sementara itu tomat turun dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu per kilogram, dan tomat buah turun dari Rp 15 ribu per kilogram menjadi Rp 10 ribu per kilogram.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment