Metro Entertaint Tampil Modern Tanpa Melupakan Ciri Khas Buton

BAUBAU- Menjadi salah satu tempat hiburan dengan konsep modern di Kota Baubau tak membuat Metro Entertaint mengesampingkan kearifan lokal setempat. Adat budaya juga lekat dijunjung tempat hiburan yang satu ini.

General Manager Metro Entertaint, Arifan Graha. IS mengatakan meski konsep modern melekat pada perubahan drastis metro entertaint yang dulu bernama Metro Jaya Group, namun kesan tradisional tetap diselipkan.

“Metro saat ini kita rubah tampilannya secara keseluruhan. Tapi kita tidak boleh lupa dimana kita berada. Olehnya, ciri khas Buton tetap kami selipkan disetiap pelayanan kami,” kata Arifan ditemui saat konvoi launcing perdana Metro Entertaint, Sabtu (1/7).

Ciri khas adat Buton tersebut tersaji melalui penampilan seluruh karyawan Metro Entertaint. Busana yang dikenakan tak luput dari hiasan tenunan khas negeri seribu benteng ini.

“Pihak management mewajibkan karyawan pria untuk mengenakan Kampurui disetiap pelayanan. Untuk wanita menggunakan sarung Buton. Selain itu, busananya juga kita selipkan tenunan khas Buton, seperti kerak dan lengan baju karyawan. Semua kita seragamkan,” bebernya.

Selain busana, menu makanan khas Buton seperti Parende dan makanan tradisional lainnya juga tak luput dari perhatian Metro Entertaint. Menurut GM, Arifan Graha. IS menu makanan tradisional khas Buton tak kalah dari Western Food dan Chinese Food yang menjadi menu andalan Metro.

Sebagai bentuk keseriusan menjaga kearifan lokal, Arifan Graha mengaku Metro Entertaint menyediakan space atau tempat bagi penenun lokal yang masih menggunakan alat tenun tradisional bukan mesin untuk memproduksi sarung tenun Buton.

“Didepan kami sediakan space, ini sebegai bentuk perhatian kami terhadap adat budaya yang melekat dimasyarakat. Saat ini kami masih mencari pengrajin, hasilnya akan kita pajang disini dan kita labeli dengan harga untuk dijual kepada pengunjung yang berminat. Bagi pengrajin akan kita berikan upah sebagai tanda kontribusinya,” pungkas Arifan. (uk/is)

You might also like More from author

Leave a comment