Kata Mereka Soal Polemik Garam di Negeri Maritim

BAUBAU- Setelah dilanda kelangkaan garam, akhirnya Indonesia secara resmi menempuh jalur impor untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri. Pemerintah mengimpor garam sebanyak 75.000 ton dari Australia melalui Kementerian Perdagangan. Sementara di Baubau, Pemkot berencana mengimpor 60 ton garam dari Thailand.

“60 ton kami usulkan, tapi baru 15 ton yang akan masuk dalam waktu dekat ini. Kami belum tahu kapan pastinya masuk. Tapi Agustus ini tahap pertama sudah bisa kita salurkan ke pasar tradisional kita,” kata Kabag Perekonomian Setda Kota Baubau, La Ode ALi Hasan.

Ali Hasan mengatakan, pengusulan impor 60 ton garam ini untuk menekan harga dipasaran. Pihaknyapun tidak menampik kelangkaan garam di pasar.

Lantas, bagaimanakah tanggapan warga terhadap sikap Pemerintah yang akhirnya memutuskan untuk mengimpor garam?

Dian, salah seorang warga metro mengatakan, pilihan pemerintah untuk mengimpor garam tidak tepat. Menurut dia pemkot seharusnya bisa cari solusi lain tanpa harus impor, mengingat sumber daya alamnya yang ada.

“Seharusnya kita sudah sangat cukup bahkan lebih dengan kekayaan sumber daya alam yang kita punya,” katanya.

Senada dengan itu, Amat juga menyayangngkan langkah mengimpor garam karena kelangkaan di dalam negeri. Harusnya, menurut dia, daerah tidak perlu mengalami kelangkaan garam kalau bisa mengoptimalkan sumber dayanya dengan optimal.

“Iya, sumber daya alam Indonesia itu melimpah. Termasuk sumber daya alam untuk memproduksi garam. Garam kan dari air laut dan laut Indonesia termasuk yang terluas di dunia. Itu tinggal dioptimalkan saja semestinya,” katanya.

Dia berharap Pemerintah ke depannya harus bisa mengoptimalkan sumber daya alamnya yang ada. Sudah dikasih kekayaan alam yang melimpah harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

Sementara itu, Dewi beranggapan lain, dia memlih setuju dengan pemerintah. “Kalau memang tidak ada cara lain untuk menghadapi kelangkaan garam di Indonesia kayaknya wajar pemerintah akhirnya memilih untuk impor dari luar negeri,” katanya.

Dia tidak memungkiri Indonesia memang kaya dengan sumber daya alamnya tapi kalau cuaca atau iklim dan yang lainnya lagi tidak mendukung, maka mungkin saja produksi garam jadi menurun sehingga garam jadi langka.

“Garam kan salah satu produk yang cukup dibutuhkan. Hampir sebagian besar masakan butuh garam. Tidak cuma makanan berat, camilan juga pakai garam. Jadi kalau garam dibiarkan langka efeknya pasti luas makanya pemerintah impor,” katanya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment