Umar Samiun Tanggapi Video KPK

JAKARTA – Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar video keterangan Samsu Umar Abdul Samiun saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan Akil Muchtar beberapa tahun lalu. Video tersebut diputar saat sidang lanjutan perkara yang menjerat bupati buton non aktif itu, rabu (23/8).

Umar Samiun tidak membantah keterangannya dalam video tersebut. Namun, keterangan yang disampaikan merujuk dari informasi yang diterimanya dari Arbab Paproeka melalui La Ode Agus Mukmin.

Dalam keterangannya di video tersebut, Umar Samiun mengaku mentransfer uang sebesar Rp. 1 Miliar ke rekening CV Ratu Samagat atas permintaan Arbab Paproeka yang belakangan diketahui dari pemberitaan bahwa rekening tersebut ada kaitannya dengan Akil Mochtar.

“Saya tidak membantah atas apa yang sudah saya lakukan seperti mentransfer uang ke rekening itu. Tapi, uang tersebut saya kirim atas permintaan Arbab Paproeka dan tidak ada kaitannya dengan Akil Mochtar serta Pilkada Buton,” kata Umar Samiun menanggapi barang bukti video kesaksian Umar Samiun dalam persidangan Akil Mochtar.

Umar Samiun menegaskan bahwa ada beberapa pernyataannya yang seharusnya diabaikan oleh penyidik KPK. Alasannya, keterangan-keterangan yang disampaikan dalam persidangan Akil Mochtar adalah keterangan yang didengarnya dari Arbab Paproeka melalui La Ode Agus Mukmin.

Keterangan yang menyatakan bahwa Umar Samiun mentransfer uang sejumlah Rp 1 Miliar itu semata-mata hanya untuk menghindari tekanan dari Arbab Paproeka yang tidak ada kaitannya dengan Pilkada Buton.

“Awalnya Arbab minta Rp. 5 atau Rp. 6 Miliar tapi saya waktu itu bilang ke Yusman supaya kirim saja Rp 1 Miliar karena saya tau Arbab pasti mau memanfaatkan saya. Makanya saya kirim saja Rp. 1 Miliar supaya dia tidak ganggu saya di sengketa Pilkada Buton,” tegasnya.

Dalam persidangan Akil Mochtar kala itu, Umar Samiun maupun Akil Mochtar juga telah meminta untuk menghadirkan Arbab Paproeka yang menjadi sumber permasalahan. Karena jika Arbab Paproeka saat itu langsung dihadirkan maka keterangan Umar Samiun langsung bisa diabaikan oleh penyidik karena keterangan yang sebenarnya adalah ketarangan dari Arbab Paproeka.

“Keterangan saya dalam persidangan itu berupa informasi yang saya terima dari orang lain. Istilah hukumnya adalah testimonium de auditu yang artinya mendengarkan dari orang lain. Keterangan dalam video yang diputar oleh JPU itu merupakan keterangan yang saya dengar dari Arbab melalui Agus Mukmin. Kalau didengar rekaman tersebut semua keterangan saya itu katanya, katanya dan katanya. Artinya, apa yang saya sampaikan itu merupakan keterangan yang saya dengar dari Arbab melalui Agus Mukmin,” tegasnya.

“Kalau saat itu Arbab dihadirkan untuk dimintai keterangan maka keterangan saya itu diabaikan dan diambil keterangan dari Arbab Paproeka, karena memang keterangan saya itu sumbernya dari Arbab Paproeka yang saya dengar dari Agus Mukmin. Inilah yang dinamakan testimonium de audito yaitu mendengarkan keterangan dari orang lain,” sambungnya.

Namun sayangnya, selama proses persidangan Akil Mochtar dalam perkara Pilkada Buton sampai dengan penetapan tersangka Umar Samiun, Arbab Paproeka tidak pernah dihadirkan untuk dimintai keterangan. “Akhirnya dalam persidangan saya saat Arbab dihadirkan langsung berubah 360 derajat. Bahwa memang Arbab melakukan itu karena memanfaatkan situasi saya untuk mendapatkan keuntungan,” tukasnya.

Cara-cara Arbab Paproeka tersebut, lanjut Umar Samiun sudah dilakukan sejak lama terhadap dirinya. Dikatakan, sejak Arbab sudah tidak lagi menjadi anggota DPR RI selalu menghubungi Umar Samiun untuk meminta bantuan dana. Permintaan Arbab Paproeka tersebut selalu mengatasnamakan bahwa ada kegiatan dan bahkan kadang mengatasnamakan teman-teman.

Namun, Umar Samiun juga tidak memungkiri bahwa disaat Arbab Paproeka masih menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 juga telah banyak membantu dirinya.

“Tahun 2010 saat itu Arbab sudah tidak lagi jadi anggota DPR RI. Sejak saat itu juga kehidupan saya sudah mulai membaik, saya juga sudah mulai menambang. Sejak saat itu pula Arbab sering menghubungi saya untuk minta bantuan. Makanya, waktu saya disampaikan oleh Agus Mukmin bahwa Arbab ingin bertemu saya langsung marah karena saya sudah tahu cara-cara Arbab ini. Tapi memang sebelumnya juga Arbab telah banyak membantu saya ketika dia masih menjadi anggota DPR RI,” ungkapnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment