Warga Soroti Penimbunan SMAN 2 Lakodu

LABUNGKARI – Warga Desa Moko Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menyoroti kebijakan pengalihan proyek penimbunan tempat pemakaman umum (TPU) ke lokasi halaman SMAN 2 Lakudo. Pengalihan proyek tersebut dinilai mengingkari kesepakatan yang ditetapkan dalam musrembang.

Anggota Badan Pemberdaya Desa Moko, Samsuri mengatakan pengalihan penimbunan tersebut tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat setempat. Padahal kesepakatan berdasarkan hasil musrembang penimbunan tersebut di gelontorkan untuk TPU Desa Moko

“Itu anggarannya dari APBD Buteng 2017, kalau CVnya saya lupa namanya namun anggarannya itu berkisar Rp 200 juta,” katanya.

Kalau ada pengalihan, lanjut Samsuri, harusnya tidak dilakukan di lokasi SMAN 2 Lakodo. Mengingat pengelolaan SMA saat ini sudah diambil alih pemerintah provinsi.
“Setahu saya dalam perundang-undangan tahun 2016 itu semua bantuan yang digelontorkan ke SMA itu diberikan dari tingkat provinsi, kok tiba-tiba anggaran daerah dialihkan ke SMAN 2 Lakudo ini, padahal yang dibahas di musrembang itu tidak ada di alihkan ke SMA itu,” ujarnya

Kepala Bidang Perencana Dinas PU Kabupaten Buteng, Aminuddin menjelaskan dalam DPA penimbunan disasarankan pada lokasi sarana publik. “Yang kita tahu itu penimbunan sarana publik jadi termasuk sekolah juga sarana publik di DPA tidak dikatakan penimbunan TPU,” ungkapnya

Ia menambahkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena kegiatan pekerjaannya sudah selesai. Mengenai kelayakan tentu yang melakukan perhitungan adalah pihak konsultan.

Ditempat berbeda, Konsultan Perencana Penimbunan Sarana Publik Desa Moko Ririn menambahkan hasil peninjauan di lapangan, lokasi SMAN 2 Lakodo layak untuk dilakukan penimbunan. “Itu sudah layak kita sudah ukur dan sesuai dengan anggaran. Siapa yang katakan bahwa lokasi tidak layak, itu hanya isu isu saja,,” tambahnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment