Proyek Penimbunan TPU Bermasalah

LABUNGKARI – Proyek penimbunan Tempat Pemakaman Umun (TPU) yang kemudian dialihkan ke SMAN 2 Lakudo menimbulkan polemik. Pasalanya, pengalihan proyek penimbunan TPU tersebut diduga dilakukan tanpa prosesdur atas instruksi salah satu oknum anggota DPRD Buteng.

La Unga, pemilik tanah yang sudah dihibahkan ke SMAN 2 Lakudo Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mengaku mengetahui persis kondisi tanah di sekolah tersebut. Menurut dia, halaman sekolah itu sangat tidak tepat bila ditimbun.

“Saya tahu persis sekolah itu tanahnya miring. Lebih tinggi tanah halaman itu dari pada sekolah. Kalau ditimbun lagi malah hanya merusak saja. Jelas kalau ada air otomatis masuk ke sekolah, jadi tidak layak ditimbun disitu,” ungkapnya.

Sementara, salah seorang warga Desa Moko Haimin mengaku, penimbunan di sekolah itu merupakan ‘titipan’. Hal itu diketahui saat mengantar konsultan ke lokasi penimbunan sekolah itu. Saat itu dia bersama sekretaris desa.

“Saya sudah sampaikan ke konsultan apa yang harus kita timbun disana (sekolah). Lokasinya sudah rata memang. Setelah itu saya antarkan ke sekolah,” paparnya.

Ketika tiba disana, lanjut Haimin, konsultan itu juga menganggap tidak layak karena lokasi itu sudah rata.

“Saya tidak tahu namanya. Dia langsung foto-foto bahkan dia bilang akan tunjukan ke Kepala Dinas PU,” bebernya.

Lepas dari sekolah itu, Haimin mengaku, menuju lokasi TPU Desa Moko bersama konsultan.

“Disana volumenya 40×50 dengan tinggi sekitar 2 meter. Sempat saya bertanya ke konsultan kapan pelaksanaannya. Konsultan itu menjawab 2 sampai 3 bulan terkait penimbunan sarana publik Desa Moko,” jelasnya.

Sementara, konsultan perencana penimbunan sarana publik Desa Moko, Ririn mengatakan, penimbunan di SMAN 2 Lakudo itu layak.

“Itu layak dan sudah diukur. Anggarannya itu Rp 200 juta. Masyarakat mana yang bilang bahwa dilokasi itu saya bilang tidak layak. Itu hanya isu-isu saja. Saya juga sudah konfirmasi kepada kepala desa dan diarahkan disitu,” terangnya saat dikonfirmasi via teleponnya.

Namun saat Kepala Bidang Perencanaan Dinas PU Buteng Aminuddin menanyakan nama anggota DPRD Buteng yang memerintahkan pemindahan lokasi penimbunan itu, Ririn enggan menjawab.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment