Dikbud: Kepala Sekolah Tidak Lagi Wajib Mengajar

BAUBAU– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang perubahan atas PP nomor 74 tahun 2008 tentang guru. Dalam ketetapan tersebut Kepala Sekolah (Kepsek) sudah tidak lagi wajib mengajar untuk pemenuhan syarat tunjangan profesi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau, Masri, menjelaskan, bila dalam PP nomor 74 tahun 2008 Kepsek diwajibkan untuk mengajar sebagai syarat pencairan tunjangan profesi guru, maka pada PP Nomor 19 Tahun 2017 kewajiban untuk mengajar sudah tidak diberlakukan lagi, melainkan diubah menjadi 40 jam kerja dalam seminggu.

“Jadi kepala sekolah kini tidak lagi diberikan beban kerja sebagai pengajar, tetapi berperan sebagai manajer di sekolah, yang bertugas untuk memanajemen sekolah, serta sebagai wirausaha dan melakukan supervisi guru dan tenaga kependidikan,” ungkapnya.

Di Baubau sendiri, kata dia, aturan tersebut telah diberlakukan mulai tahun ajaran baru ini. Namun, apabila disuatu sekolah masih terdapat kekurangan guru maka kepsek masih diberikan beban mengajar untuk mengisi kekosongan.

Pihaknya berharap dengan pemberlakuan peraturan tersebut, Kepsek lebih fokus dan lebih maksimal dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, sehingga mutu pendidikan menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu Kepala SDN 4 Baubau, Nasta Spd mengatakan, dengan tidak diwajibkan mengajar bukan berarti tugas kepsek menjadi ringan.

“Sebenarnya dihapuskannya mengajar 6 jam, bukan meringankan tugas kepala sekolah tapi semakin berat beban kami. Dimana salahsatu contohnya sebagi fungsi supervisi guru, setiap Kepsek harus memantau, menyaksikan dan melihat program serta proses pembelajaran guru dikelas setiap hari,” katanya.

Namun sisi positifnya, menurut dia, tugas kepsek saat ini bisa lebih terfokus.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment