DAK Buteng belum Cair

LABUNGKARI – Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2017 bidang kesehatan di Buteng belum dicairkan. Padahal, Dinas Kesehatan dan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) telah melaporkan dana realisasi tahun 2016 ke Kementrian pada 7 juli 2017 lalu yang merupakan syarat utama pencairan dana di 2017 sesuai dengan Peraturan Mentri Keuangan (PMK) 187 tahun 2015 tentang laporam realisasi nonfisik Kesehatan.

Kasubag Program dan Anggaran Dinkes Buteng, Marsilan Sanusi, membenarkan sejalk awal 2017 hingga saat ini bantuan Nonfisik tersebut belum dikucurkan ke pihak Dinkes, padahl pihaknya telah melaporkan hasil realisasi anggaran 2016 bersama BPKAD Buteng.

“Memang belum cair dana itu, kita belum tau apa kendala sehingga belum dicairkan padahal diketahui apabila kita sudah laporkan hasil realisasi maka paling lambat itu satu bulan sudah bisa di cairkan, kita belum bisa berbuat apa-apa yang terpenting itu jampersal kalau pasien mau dirujuk bagaimna anggarannya belum ada.” ucapnya

Lanjut dia, pihaknya akan kembali berkonsultasi dengan pihak kementrian terkait kendala apa yang membuat pencairan dana tersebut belum dikeluarkan. “Apalagi saat ini sudah ada kegiatan yang kita buat namun anggaran belum ada sehingga teman-teman di pukesmas terpaksa menggunakan anggaran pribadi. Namun kita himbau mereka tetap membuat laporan kegiatan tersebut jadi ketika anggarannya sudah ada kita gantikan uang yang mereka pakai itu,” jelasnya

Kata dia, Bantuan Nonfisik kesehatan tersebut untuk membiayai beberapa item antaralain Bantuan Oprasional Kesahatan (BOK) yakni membiayai kegiatan program dinas kesehatan dan Puskesmas, sementara Jaminan Persalinan (Jampersal), biaya petugas pelayanan Obat Kesehatan, dan Bantuan Akreditasi Pukesmas dan Rumah sakit

“Untuk penyaluran sendiri sesuai PMK itu disalurkan empat tahap setiap tahapnya 25 persen dari total anggaran, berdasarkan regulasinya, Untuk program Jampersal Rp.1,282 Miliyar, sementar petugas kesehatan Rp.5,395 Miliyar, dan Akreditasi Puskesmas dam Rumah Sakit sekitar 428 Juta lebih,” paparnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment