Dua Kecamatan di Busel Masih Krisis Air Bersih

BATAUGA-Meski sudah lama mekar menjadi daerah otonomi baru di Sultra, namun hingga kini dua Kecamatan di Buton Selatan masih krisis air bersih. Kedua kecamatan tersebut adalah Kecamatan Batuatas dan Lapandewa.

Kepala Dinas Sosial Busel, Marjani Wali mengatakan, krisis air bersih di dua kecamatan tersebut sudah sering disuarakan di setiap seminar di Jakarta, bahwa dua dari tujuh kecamatan di Buton Selatan harus menadapat perhatian khusus oleh pemerintah pusat.

Sebab dua wilayah tersebut kini belum tersentuh air bersih. “Mungkin pemerintah daerah bersama kementerian terkait dapat membangun wadah penampungan air. Jadi bukan hanya harapan dari masyarakat, tapi bagaimana pemerintah daerah juga bisa menyiapkan wadah-wadah penampungan air hujan. Karena ini tentunya untuk mendapatkan air bersih,” papar Marjani.

Menurutnya, pemerintah daerah dan kementerian terkait segera mencari solusi terkait hal ini. pasalnya, hingga kini masyarakat setempat mesih mengandalkan bak penampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Begitu juga dengan masyarakat Batuatas. “Batuatas ini hampir rata-rata tidak mempunyai sumber air, hanya sedikit saja, itu pun masih hamar airnya disana. Nah ini juga yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah termasuk kementerian,” tambahnya.

Ia mengaku telah beberapa kali melakukan konsultasi dengan pihak terkait agar kedua kecamatan tersebut bisa terlepas dari krisi air bersih. Bahkan pihaknya telah memiliki program terkait dengan hal tersebut. Salah satunya adalah membuat sumur bor dibeberapa titik di dua wilayah tersebut. “Ini yang akan kita diskusikan dengan PU termasuk kementerian juga ada namanya program bantuan SAR antara lingkungan. Nah satu titiknya kementerian itu akan membatu 50 juta. Nah ini juga yang akan kita upayakan bagaimana kita bisa di bantu. Kalau kita bagun tiga atau empat titik di sanakan itu juga bisa mengatasi persoalan air bersih di Lapandewa ini. Kita bikin rumah-rumah agar bagaimana air itu bisa langsung kepenampungan, atau perlu kita lakukann pengeboran air. Saya berpikir bagaimana kalau kita melakukan pengeboran,” katanya.

Alternatif lain, lanjutnya, letak pipa air yang ada saat ini di kecamatan Lapandewa harus dipindahkan di tempat lebih strategis lagi. Sebab pipa yang ada saat ini sangat susah menarik air hingga kekampung lantaran lokasi perkampungan berda di atas ketinggian gunung. “empat hari lalu saya dari Lapandewa, saya mengamati bahwa mungkin saya akan mengusulakan kepada PU atau dinas terkait bahwa air itu jangan diambil dari bawah, karena kalau dari bawah itu akan susah kalau naik keatas, biarkan air meutar dari atas dan masuk keperkampungan malalui jalur atas sehingga. Jadi dia naik dari gunung sejuk atas dan memutar sudapaya tidak terlalu tinggi naiknya air dipipa,” ungkapnya.

Perlu dikatahu, jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Lapandewa itu lebih dari delapan ribu jiwa. Sedangkan untuk kecamatan Batuatas itu lebih dari 10 ribu jiwa. Artinya ribuan masyarakat Busel hari ini belum menikmati air bersih.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment