Buteng Kekurangan Guru

LABUNGKARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buteng mencatat jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh tingkatan mulai TK hingga SMP sebanyak 753 orang PNS.

Kepala Dinas Pendidikan, Hasan Tali melalui Sekdin Pendidikan dan Kebudayaan Buteng Abidin, mengatakan dari jumlah 753 PNS tersebut masih belum memenuhi kuota untuk jumlah tenaga pengajar di Kabupaten Buteng.

“Jumlah yang berstatus PNS 753 orang, terdiri dari 43 guru PNS jenjang Taman Kanak-kanak (TK) yang terdiri 84 TK, untuk 495 guru Sebagai Dasar (SD) dengan jumlah 94 sekolah, dan guru PNS Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 215 guru PNS terdiri 36 sekolah,” jelasnya.

Jumlah tersebut, kata Abidin, masih sangat kurang dibanding dengan kebutuhan. Jika dihitung dari jumlah 84 TK dibanding dengan 43 guru PNS itu masi kurang.

“Seharusnya kalau kita hitung 1 PNS satu Sekolah untuk TK saja brarti masi kurang sekitar 41 guru berstatus PNS, sedangkan SD itu 94 kita masi kurang sekitar 300 orang PNS dan untuk SMP kita kekurangan sekitar 100 orang status PNS,” bebernya

Ia mengatakan, saat ini pihaknya memperdayakan tenaga honorer untuk membantu mengajar disetiap sekolah. “Saai ini kita mencatat kurang lebih ada 700 guru honorer saat ini. Kita harapkan tahun depan ada penerimaan pegawai di Buteng, supaya bisa ada penambahan guru untuk Buteng sendiri.” harapnya

Ketika ditanya terkait penerimaan guru, Abidin menyatakan akan diperioritaskan anak magang yang sudah lama mengabdi di Buteng. Abidin menjelaskan, untuk penerimaan PNS sendiri tergantung petunjuk teknis (Juknis) yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Kita tunggu saja juknisnya bagaimna namun kalaupun bisa di perioritaskan kita akan perioritaskan anak magang yang sudah lama mengabd. Namun tunggu saja juknisnya,” pungkasnya

Sebelumnya Sekretaris BKD-SDM Kabupaten Buteng, Samrin Saerani, mengungkapkan sejauh ini pihaknya belum menerima perintah baik dari kementrian bahkan pemerintah provinsi terkait penerimaan CPNS di daerah

“Kita belum terima regulasi terkait penerimaan pegawai. Namun kita tetap akan melakukan pemutakhiran data untuk mengetahui jumlah pegawai yang masih dibutuhkan, mengingat data pegawai Buteng di Badan Kepegawaian Negara (BKN), masih menggunakan data tahun 2015.

“Itulah makanya kita mau remajakan dulu datanya, biar jelas berapa yang masih dibutuhkan. Selain guru, Buteng juga kekurangan tenaga Kesehatan. Ya kita harapkan, tahun depan bisa ada penerimaan, supaya kekurangan pegawai saat ini bisa terpenuhi,” tutupnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment