Dinas Pemadam Kebakaran Gelar Simulasi

BATAUGA – Dalam melihat kesigapan para porsenil tim merah dalam menangani peristiwa kebakaran di Buton Selatan, Dinas Pemadam Kebakaran Busel menggelar simulasi penanganan kebakaran,dipusatkan di Kelurahan Lawela dan Lapangan Lakarada Kecamatan Batauga.

Kepala dinas pemadam kebakaran Busel, La Ode Darmin mengatakan, kegiatan merupakan program tahunan pihaknya. Dalam setahaun, simulasi yang diikuti 15 porsenil tersebut dilakukan sebanyak tiga kali. “Silmulasi itu maksudnya untuk melihat kasigapak anggota pemadam dalam penanganan peristiwa kebakaran,” ungkap Darmin saat ditemui di kantor Bupati Busel usai kegiatan berlangsung.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan program penanggulangan kebakaran khususnya infrahstruktur. Pasalnya wilayah Busel terbagi atas dua wilayah yakni wialayah kepulauan dan daratan. “Kalau untuk kepulauan ini kita akan menangani melalui alkon. Jadi itu kita ada pelayanan diatas air maka kita gunakan alkon. Karena daerah kepulauan ini 85 persen adalah wilayah pesisir maka kita menggunakan alkon saja,” paparnya.

Saat ini, pihaknya telah mengusulkan penambahan mobil pemadam kebakaran tahun anggaran 2018 dan bekerjasama langsung dengan pemerintah jepang. Pasalnya jumlah mobil pemadam kebakaran yang ada saat ini baru satu unit. Itu digunakan untuk melayani peristiwa kebakaran se daratan Busel. “tinggal kita lihat lagi kemampuan keuangan daerah, kalau memungkinkan itu akan di respon oleh pemerintah daerah agar supaya hal-hal yang tidak diinginkan pada waktu kondisi yang mendesak infrahsturktur untuk memberikan pelayanan sudah siap,” tambahnya.

Ia mengaku, dengan kondisi perlengkapan yang terbatas sudah tentu sangat susah menangani maksimal peristiwa kebakaran yang sewaktu-waktu akan terjadi. Namun bukan berarti ia menyerah dengan keadanan. “Untuk satu unit ini belum bisa, tapi minimal langkah awal sudah ada alat untuk antisipasi bayaha kebakaran yang mungkin akan terjadi. Minimal sudah ada satu, artinya daripada tidak ada lebih bagus ada walaupun satu unit,” tambahnya. Ia menghumbau kepada warga untuk berhati-hati menggunakan api karena suatu saat dapat menjadi ancaman. “waktu kecil api merupakan sahabat, tapi kalau sudah besar itu akan menjadi musuh kita. Dan prinsip porsenil pemdam kebakaran itu adalah, “Pantang Pulang Sebelum Padam” tutupnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment