Kades Gerak Temukan Data Miskin Status PNS

BATAUGA-Kepala Desa Gerak Makmur, La Ode Wali mengaku telah memferivikasi kembali semua data warga miskin didesanya yang tidak layak mendapatkan bantuan kemiskinan dari kementerian sosial RI. Hal itu dilakukan menyusul laporan warga yang telah tersiar sampai ke Istanan presiden.

La Ode Wali mengaku, dari 47 nama yang dinyatakan tidak layak mendapatkan bantuan miskin di desa Gerak Makmur kebanyakan tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga. Bahkan sebagian dari nama itu berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Sehingga hasil wawancara itu hari tidak layak juga. Tapi setelah ada laporan dari oknum itu akhirnya kita kembalikan lagi ke warga yang layak mendapatkan bantuan itu,” kata La Ode Wali saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, masuknya 47 nama tersebut kedalam daftar penerima bantuan miskin dari kementerian sosial lantaran kinerja sekretaris desa yang terkesan tidak berhati-hati dalam melakukan ferivikasi awal. Apalagi pihak desa tidak memiliki data lokal yang Valide. “Jadi lokal ini mungkin karena terburu-buru saya punya sekretaris sehingga memasukan mereka itu termasuk di dalamnya ada PNS. Tapi sekarang sudah dikeluarkan semua. Termasuk dari KAUR desa yang ada namanya didalam itu juga sudah dikeluarkan semua,” ungkapnya.

Ia mengaku, seluruh nama penerima bantuan miskin terbaru di desa Gerak Makmur, Kecamatan Lapandewa telah diserahkan kekementerian. Seluruh nama tersebut diambil melalui proses seleksi wawancara yang dilakukan oleh pendamping desa.”Yang melakukan pendataan itu dari pendamping yang dibentuk oleh dinas sosial itu, bukan kepala desa. Jadi nama-nama itu sudah ada dari pusat bahwa siapa yang akan di wawancarai,” paparnya.

Dijelaskan, berdasarkan petunjuk teknis kementerian sosial, untuk mendapatkan bantuan kemiskinan tersebut pihak desa sebelumnya mengusulkan mengusulkan daftar nama calon penerima bantuan miskin di kementerian sosial RI. Kementerian kemudian memferivikasi kembali nema-nama calon penerima tesebut untuk ditetapkan sebagai penerima bantuan miskin. Khusus Desa Gerak Makmur, dari 200 nama yang diusulkan sebagai calon penerima bantuan, kementerian hanya mengakomodir 150 nama. “dari 150 ini 47 orang ini dinyatakan tidak layak. Jadi saya sudah ferivikasi kembali dan beberapa masyarakat seperti yang memiliki mobil itu itu gugur dalam ferivikasi. Kalau kemenakan itu terus terang itu hari tidak ada,” pungkasnya. (Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment