Nama RT/RW Dinilai “Kejawa-jawaan”

– Pemkot Usul Entitas Daerah

BAUBAU- Pemerintah Kota Baubau menilai nama RT/RW saat ini sangat kental dibungkus dalam nuansa kejawa-jawaan. Kedepan, pemkot mengusulkan nama RT/RW diganti menggunakan entitas daerah yang melekat dalam budaya Kota Baubau sebagai eks Kesultanan Buton.

“Kedepan kami ada rencana untuk mengusulkan agar nama RT/RW di Kota Baubau diganti dengan nama lingkungan. Hal ini dalam rangka menjunjung kearifan lokal karena saat ini RT/RW sangat kejawa-jawaan,” kata Asisten I Setda Kota Baubau, La Ode Aswad di kantor DPRD Kota Baubau, kemarin.

Usulan tersebut diperuntukan agar identitas daerah tidak hilang begitu saja. Mengingat, generasi saat ini bahkan sudah banyak yang tidak mengenal nama lingkungannya masing-masing dalam entitas budayanya sendiri.

“Jadi usulan kami memakai identitas lingkungan. Kita sudah tidak pakai RT/RW tapi kepala lingkungan. Contoh kepala lingkungan girisa, kepala lingkungan batu mawuwu dan lain-lain sesuai entitas diwilayah masing-masing. Kalau toch wilayahnya luas, bisa dibagi misalnya batu Mawuwu I, Batu Mawuwu II, dan seterusnya,” jelas La Ode Aswad.

Kendati begitu, usulan tersebut perlu dibicarakan dengan wakil rakyat. Diharapkan dewan juga memiliki persepsi yang sama untuk melestarikan kearifan lokal tersebut agar kemudian entitas daerah tidak hilang.

“Kami harapkan dewan memiliki pola pikir sama, karena kita punya latar belakang sejarah mengenai lingkungan dalam suatu wilayah otoritas pemerintahan kelurahan. Ini coba akan kita dudukkan bersama, moga saja bisa dilestarikan bersama,” tandasnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment