RSUD Buteng butuh Rp.100 Miliyar Untuk Alkes

LABUNGKARI – Untuk melayani masyarakat masyarakat secara maksimal, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Tengah (Buteng) masih membutukhan kurang lebih Rp. 100 Miliyar untuk pengadaan Alat Kesehatan (Alkes)

Direktur RSUD Buteng dr Kariyadi mengatakan berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan (Permenkes) untuk sarana dan Pelayanan rumah sakit saat ini pihaknya belum bisa melayani masyarakat dikarenakan masih kekurangan Sarana dan Prasarana rumah sakit. “Berdasarkan tipe rumah sakit kita masuk tipe D, Rumah sakit kita masi banyak yang dibutuhkan terutama alat-alat kesehatan agar kita bisa melayani masyrakat,” ungkapnya

Untuk saat ini Rumah sakit tersebut sudah mendapatkan anggaran pertama sebesar Rp 3 miliyar dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Anggaran tersebut sudah dibelanjakan untuk melengkapi Alkes yang kurang. Seperti alkes untuk ruang UGD, ruang poli, rawat inap. Serta fasilitas-fasilitas pokok yang sangat dibutuhkan. Fasilitas yang sudah ada di RSUD saat ini kata Karyadi, diantaranya fasilitas Hematologi Analizer, urin Analizer, UKG, sementara ruang rawat inap masih dalam tahap pembangunan. “Melihat kondisi itu kalau dihitung-hitung, kita ini masih butuh 100 miliar lagi, supaya kita lengkapi sarana dan prasaran di RS ini agar membuka pelayanan maksimal,” katanya.

Ia menambahkan selain alat kesehatan, RSUD Buteng juga masi kekurangan sarana pendukung yakni listrik dan air bersih. “Alat-alat rumah sakitkan butuh listrik, beberapa waktu lalu teknisi dari makassar datang untuk mengetes alat labolatorium, namun belum bisa lagi karena kendala listrik itu, saya sudah mengusulkan sudah satu tahun lebih untuk listrik tetapi belum ada realisasi baru tiang yang ada termasuk air mudah-mudahan tahun ini sudah ada,” harapnya.

Dengan kondisi ini, pihak RS baru bisa melayani non operasi yakni seperti penyakit anak dan hal serupa yang bukan operasi. “Kita dituntuk membuka pelayanan maka kita buka pelayanan namu. Yang bukan operasi yang kita layani,” jelasnya. Selain itu juga tenaga pelayanan di rumah sakit juga masih sangat kurang, pihaknya baru bisa memenuhi jabatan struktural yakni para kepala seksi, sementara untuk penanggung jawab instalasi seperti penanggung jawab ruang UGD ruang poli-poli, ditambah lagi tenaga pelaksanannya seperti perawat dan bidannya itu belum ada juga secara teknis, “antispasi kita ituhari merekrut PTT namunkan PTT daerah punya batasan kemarin kita hanya dapat 25 orang termasuk tenaga administrasinya.” pungkasnya

Melihat kondisi pelayanan belum maksimal Dirut RSUD Buteng karyadi sudah punya rencana untuk mengantisupasi demi membuka pelayanan di Tahun 2018akan buka pelayanan ditahun 2018. “kita sudah punya solusi untuk tenaganya kita akan bekerjasama dengan kampus Unhas untuk tenaga dokternya, kemudian saya akan ke Kemenkes untuk meminta tenaga dokter spesialis yang dibiayai kementrian yang wajib kerja itu, dan kemudian ada dokter yang baru selesai itu ada namanya dokter interensif kita bisa juga datangkan. Namunkan ada beberapa peryaratan yang kita harus penuhi dikemkes insyallah kita bisa penuhi,” tutupnya

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment