Pasir Putih Pulau Ular Dicuri

BATAUGA-Wakil Ketua DPRD Buton Selatan, Pomili Womal menyatakan telah terjadi pencurian pasir putih di Pulau Ular. Karena itu, Pomili Womal meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah tempat wisata yang ada di Busel, khususnya di pulau Liwutongkidi (Pulau Ular) yang merupakan salah satu destinasi wisata andalan Busel.

“Pulau yang pantainya bersih kini sudah tidak seperti dulu lagi. Pasir putih yang ada sekrang ini sudah mundur sejauh 5 meter dari permukaan. Bagaimana tidak, pasirnya ini dicuri terus. Siapa pelakunya, sudah tentu dari dua pulau yang mengapitnya,” kata Pomili Womal saat menghadiri Musrenbang RPJMD Busel di gedung lamaindo beberapa waktu lalu.

Bukan hanya pasir, penamaan pulau tersebut juga hingga kini tak pasti. Dahulu orang mengenalnya dengan sebutan pulau ular, kemudian diganti dengan nama pulau Liwutongkidi, saat ini pemerintah daerah mengusulkan pulau yang diapit oleh pulau Kadatua dan Siompu itu menjadi pulau Piter Boot. ” tak jadi masalah, tetapi tidak ada gagasan dan ide untuk memelihara pulau tersebut. Bahkan masih banyak pantai kita yang merupakan destinasi wisata yang saat ini belum tersentuh,” tambah Pomili.

Ia mengaku bahwa program pemeliharaan destinasi wisata setiap tahun dianggarkan daerah, namun program tersebut dinilai tidak tepat sasaran bahkan terkesan hanya menghabis-habiskan anggaran daerah saja.

“Ini merupakan sesuatu yang tidak perlu dijawab, melainkan merupakan sebuah catatan untuk Bappeda agar ada perimbangan-perimbangan untuk membuat desain supaya bagus,” kata Pomili.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Bapeda Busel, Suffi Hiksanuddin mengatakan, pihaknya saat ini belum fokus pada rencana pembangunan di wilayah. Kegiatan Musrembang RPJMD ini menyangkut pembahasan luas.

“Saat ini kita belum fokus ke wilayah, karena kalau kita fokus ke wilayah dan kita berbicara program jangan sampai program itu tidak bisa muncul di daerah lain. Jadi kalau kita bicara program maka kita berbicara luas. Nanti ketika kita masuk di renstra kegiatan kita sudah fokus,” paparnya.

Menurutnya, ketika kita melihat RPJMD maka secara otomatis kita sudah berada dilevel renstra. Sehingga bentuk kegiatan disetiap wilayah dapat dibayangkan melalui RPJMD tersebut. “Jadi kita buka kartu saja bahwa saat ini kita lagi membujuk prof ini supaya bisa membantu kami bagaiman menyusun RPJMD ini agar bisa di aktualisasikan dalam bentuk peta. Kalau kita bicara Busel membangun itu bisa muncul di peta pembangunan yang dimaksud,” pungkasnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment