25 Warga akan Pidanakan BTN

KENDARI-Kepercayaan masyarakat pada Bank Tabungan Negara (BTN) di Sulawesi Tenggara dalam pembangunan perumahan mulai memudar. Situasi ini terlihat dari hilangnya kesabaran 25 warga Kota Baubau yang telah menikmati perumahn yang dibangun BTN Cabang Sulawesi Tenggara, sehingga terpaksa melakukan upaya hukum.

Pada jumat 6 oktober 2017, 25 warga penghuni BTN Meddy Brata resmi melakukan somasi pada BTN Kendari. Kuasa hukum warga, Moh Nur Muharam Jaya SH, warga melakukan somasi karena BTN telah ingkar janji. “Sudah membayar lunas Kredit Kepemilikan Rumah, tetapi BTN tak kunjung memberikan sertifikat,” kata Nur Muharam.

Selama ini, lanjut Nur Muhram, kalau warga yang menunggak angsuran kredit KPR, rumah yang disita, giliran warga sudah bayar lunas, justeru dibuat seperti ini, kata Muharam, 8 oktober lalu.

Kata Nur Muharam, persoalan tidak adanya sertifikat rumah bagi penghuni BTN Meddy Brata ada kaitannya dengan pengembang, yakni Ir Meddy Marcela. Pasalnya, sertifikat yangharusnya diberikan kepada warga, malah jatuh ke tangan Meddy Marcella.

“Sekarang Meddy Marcela telah telah divonis bersalah oleh pengadilan dan sudah dipenjara, nah, sekarang tinggal memenuhi kewajibannya, kata Nur Muharam.

Karena warga tidak ada ikatan kerja sama dengan Meddy Marcella dan hanya melakukan akad kredit dengan pihak BTN, maka BTN harus bertanggung jawab. Atas dasar itulah sehingga 25 warga melakukan soamasi. Apabila somasi tersebut tidak ditanggapi, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan secara pidana dan perdata.

“Pidananya terkait dugaan penipuan, penggelapan dan atau tindak pidana perlindungan konsumen,” ujar Nur Muharam. (ins/nis)

You might also like More from author

Leave a comment