Pemkab Busel Gandeng BTN, Bangun Ratusan Rumah PNS

BATAUGA – Dalam memaksimalkan pelayanan dan meningkatkan kesejahtraan aparaturnya, Pemerintah Buton Selatan dibawah kepemimpinan Agus Feisal Hidayat dan H La Ode Arusani terus melakukan terobosan dalam membangun daerah. Salah satunya rencana membangun 500 unit perumahan ASN dan Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

Dalam sambutannya Bipati Busel, Agus Feisal Hidayat dalam proses penandatanganan MoU mengatakan, kondisi Buton Selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Baubau membuat daerah yang baru saja merayakan hari jadinya yang ketiga menajadi kawasan strategis dalam pembangunan wilayah jika provinsi Kepulauan Buton (kepton) terbentuk. “Jadi busel ini memang akan menjadi kawasan yang strategis sehingga tentunya hari ini pernataan pemukiman itu akan menjadi syarat karena kami belum menetapkan wialayah pemukiman itu yang mejadi standar dari wilayah tataruang kita. Jadi kesulitan juga bagi saya untuk meberikan rekomendasi atau izin karena penataan ruang untuk busel ini belum rampung,” papar Agus Feisal.

Aa megaku akan mempresdiksi pembangunan perkembangan daerah melalui perencanaan yang matang untuk menetapkan kawasan pemukiman seperti jalan dan perumahan dalam jangka waktu lima sampai 20 tahun kedepan. Kendati demikian, Agus Feisal mengaku bangga dan bersyukur atas kehadiran bank BTN di Busel yang bersedia membangun perkembangan Buton Selatan dibidang perumahan. “Satu hal yang kami sukuri hari ini bank BTN sudah hadir tentu kami akan berkalaborasi secara baik lagi Rencana untuk pengembangan perumahan,” kata Agus.

Ditempat yang sama, kepala cabang bank BTN Kendari, R Bambang Hendro Tjahjo menjelaskan, program perumahan ASN dan MBR ini merupakan bagian dari program sejuta rumah dari Presiden RI, Jokowi Dodo pada tanggal 29 april 2015. Bank BTN dipercayakan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu agen pembangunan atau bank BUMN untuk menyalurkan KPR Bersupsidi. Program juga ini sinergi dengan program Npembangunan pemda Busel. “seperti apa yang dikatakan pak wakil tadi ini berkaitan dengan kesejateraan PNS. Jadi dengan adanya perumahan tersebut diharapkan ada kesejateraan para PNS,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, program pembangunan perumahan ini juga akan mendorong kebutuhan ekonomi masyarakat. Sebab projek perumahan menjadi pemicu peningkatan perekonomian daerah, utamanya masyarakat sekitar. “Jadi perumahan ini tidak sepenuhnya untuk PNS saja melainkan diperuntukan untuk masyarakat penghasilan rendah. Karena kita sadari bahawa rata-rata daerah pemekaran itu orang-orang agak enggan untuk tinggal didaerah yang baru. Jadi kemudahannya itu tadi, harapannya kedepan itu pelayanan kepada masyarakat itu agak mudah diberikan,” tambahnya.

Kata dia, ada banyak kemudahan dan keringanan yang diberikan Nasabah (User) oleh pihak BTN. Bahkan akan ada subsidi dari pemerintah pusat yang nilainya sampai lebih dari Rp 9 juta yang akan diberikan kepada nasabah. “Untuk PNS sendiri uang mukanya ringan, hanya satu persen. Kemudian suku bunganya hanya lima persen dan jangkawaktunya bisa 20 tahun. Kemudian ada bantuan uang muka dari bapertarung sesuai dengan golongan sebesar 12 sampai 1,8 juta. kemudian ada tambahan uang muka nanti 4 juta. Jadi asumsinya kalau golongan tiga itu bisa mendapakan bantuan 5,8. Itu dari bapertarunnya. Kalau dari kementerian itu tambah 4 juta. Jadi bantuan yang didapat itu bisa sampai 9,8 juta,” ungkapnya.

Untuk golongan satu dan dua, lanjutnya, subsidi yang akan diberikan berkisar Rp 9,2 sampai 9,5 juta. “kalau untuk golongan empat itu hanya dapat delapan jutaan. Alasannya rata-rata golongan empat itu tidak masuk dalam MBR. Karena gaji pokonya itu dibatasi maksimal empat juta,” pungkasnya.

Seemntara itu Direktur utama PT. Kapten Mustajab Kontrakindo, Adnan Mustajab selaku Developer atau pihak pengembang mengaku berterimakasih kepada pemda Busel yang telah memberi kepercayaan atas terlaksananya program sejuta rumah tersebut. Ia mengaku akan mengupayakan projek tersebut akan sejalan dengan program pemerintah Buton Selatan. “Rencananya pembangunan ini akan kita lakukan secara bertahap. Dalam kotrak kita bersama pemda itu 500 unit. Tapi kita sesuai dengan kondisi lahan yang ada. Artinya yang tersedia saat ini baru 5 hektar jadi kemungkinan kami akan membangun 200 unit ditahap petama,” tutupnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment