Kader Golkar Tolak Ali Mazi

BAUBAU -Sejumlah pengurus dan kader Golkar di Kota Baubau dan Buton menyoal pencalonan Ali Mazi di Partai Golkar. Selasa kemarin, Pengurus Golkar Kota Baubau melakukan rapat membahas perkembangan yang terjadi di internal Golkar terkait pencalonan Ali Mazi.

Dalam rapat tersebut, muncul berbagai tanggapan di kalangan kader dan pengurus. Salah satunya adalah informasi penolakan Ali Mazi sebagai calon Gubernur Sultra. Usai rapat, pengurus Golkar langsung menggelar konferensi pers yang dipimpin Wakil Ketua Golkar, La Ode Mujidu dan Sekretaris, Sarman.

Dalam konferensi persnya, pengurus Golkar meminta Ali Mazi melakukan komunikasi politik dengan kader dan pengurus Golkar Sultra. Meski tidak secara tegas menolak pencalonan Ali Mazi, para kader Golkar Baubau tak bisa menyembunyikan kekesalannya pada ali Mazi yang maju di Pilgub dengan bekal rekomendasi DPP Golkar, tetapi tidak pernah membangun komunikasi dengan kader dan pengurus Golkar di Sultra, baik itu DPD I Golkar maupun DPD I Golkar. Informasi penolakan juga datang dari kader dan pengurus Golkar Kabupaten Buton.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Bae, Selasa menegaskan, dirinya tidak akan menghadiri deklarasi Pasangan Bakal Calon Gubernur Ali Mazi-Lukman Abunawas yang rencananya dideklarasikan pada 19 Oktober 2017 di Kendari.

Deklarasi tersebut rencananya dirangkaikan untuk memperkenalkan partai pengusung Ali Mazi-Lukman Abunawas, yakni Golkar dan Nasdem.

“Tetapi saya berencana tidak menghadiri deklarasi tersebut karena sampai saat ini, Ali Mazi dan Golkar Sultra belum berkoordinasi soal pasangan wakil yang akan dipilih,” kata Ridwan Bae di Kendari.

Ia juga mengaku prihatin terhadap rencana deklarasi itu, sebab Golkar hanya jadi pihak yang diundang. Padahal Golkar selaku pemilik tujuh kursi di DPRD Sultra seharusnya jadi penyelenggara deklarasi dibanding Nasdem yang hanya berbekal tiga kursi.

“Cara-cara yang dilakukan Ali Mazi ini adalah otoriter benar dan melukai kader Golkar Sultra. Seolah-olah Golkar itu sudah milik dia padahal belum karena surat dukungan dari DPP itu hanya bersifat sementara,” katanya.

Menurut Ridwan, dalam surat DPP Golkar yang ditandatangani oleh Nurdin Halid dan Idrus Marham dinyatakan bahwa diperlukan koordinasi antara Ali mazi dan DPD Golkar Sultra untuk membicarakan tiga calon wakil pendamping sebagai cawagub.

“Tetapi faktanya sampai saat ini, Ali Mazi tidak malakukan hal itu. Tidak mengikuti mekanisme arahan DPP,” katanya.(is)

You might also like More from author

Leave a comment