Bawaslu RI: Tak Ada Ampun Bagi Panwaslu “Titipan”

BAUBAU- Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Divisi Penyelesaian Sengketa, Rahmat Bagja menegaskan tak akan mentolerir bila ada anggota Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) yang menjadi titipan salah satu paslon. Jika terindikasi maka sanksi tegas menanti oknum panwaslu tersebut.

‚ÄĚTidak ada ampun, jika terindikasi ke salah satu paslon maka langsung kita tindak. Yang bersangkutan akan langsung dinon aktifkan dan dibawa dihadapan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI,” tegas Rahmat Bagja kepada awak media di Baruga Keraton Wolio, Rabu (18/10) lalu.

Kendati begitu, Rahmat yakin anggota Panwaslu pada Pilkada 2018 mendatang adalah orang-orang yang memiliki integritas tinggi. Dengan begitu, kecenderungan untuk mendukung salah satu paslon dipastikan tidak ada.

“Saya yakin tidak ada anggota Panwas yang seperti itu. Tapi kalaupun ada, maka sanksi tegas menunggu. Olehnya kami sebagai badan pengambil tindakan meminta semua masyarakat untuk bersama mengawasi pesta demokrasi ini. Jika ada kecurangan, siapapun baik paslon atau penyelenggara pemilu maka laporkan, jangan takut. Kami buka pintu seluas-luasnya,” tandasnya.

Ketua Panwaslu Kota Baubau, M Yusran Elfargani mengaku pihaknya akan menjunjung tinggi integritas dan netralitas dalam Pilkada 2018 nanti. Sebab, tindak kecurangan dari anggota Panwas baik ditingkat kota, kecamatan ataupun kelurahan akan berkonsekuensi hukum.

“Ancaman pidana bagi anggota panwas yang lebih condong ke salah satu paslon itu jelas. Bila masyarakat pidana nya satu tahun maka kami sebagai penyelenggara ditambah sepertiganya lagi. Ini perlu dicamkan semua anggota penyelenggara,” bebernya.

Selain ancaman pidana, keberpihakan anggota panwas dapat mencederai demokrasi itu sendiri. Kehadiran panwas sendiri bertujuan agar penyelenggaraan pemilihan umun bisa berjalan dengan baik dan sukses.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment