SMPN 2 Prioritaskan Pelestarian Kesenian Daerah

BAUBAU- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Baubau ingin berperan aktif melestarikan kesenian daerah melalui proses belajar mengajar (PBM). Caranya, dengan memprioritaskan pendidikan seni dan budaya kepada para siswa.

Kepala Sekolah (kepsek) SMPN 2 Baubau, Machmud S, Pd mengatakan, program pembelajaran seni yang diaplikasikan sekolah kepada siswa bertujuan meningkatkan prestasi peseta didik. Salah satunya adalah seni tari, pembuatan miniatur dan pembuatan baju adat Buton dan kreatifitas lainnya.

“Salah satu peranan pendidikan seni itu antara lain SMPN 2 Baubau pernah mewakili Sultra ikut serta dalam perlombaan tari topeng di palembang yang diadakan oleh kementrian. selain itu sekolah juga menciptakan produk yang mempunyai nilai jual dari hasil karya seni berupa miniatur rumah adat yang dikenal dengan rumah Malige dan pembuatan atribut baju adat Buton,” tuturnya, Kamis (19/10).

Sementara itu, Nasrun, seorang guru seni dan budaya menambahkan sejak mengajar pendidikan seni dan budaya pada tahun 2003 dirinya merasa tertantang untuk ikut serta dalam mengembangkan potensi daerah untuk lebih mengeksplore tentang budaya daerah yang ada di Baubau.

“Dengan adanya bahan ajar yang diberlakukan saya berharap anak-anak didik dapat tahu dan mengerti tentang seni dan budaya yang ada di daerah Buton. Pengamatan saya juga sebagai guru, animo siswa terhadap kebudayaan daerah khususnya SMPN 2 Baubau juga bisa dipresentasikan dengan 99%,” terangnya.

Lebih lanjut Nasrun menjelaskan, berbicara tentang potensi daerah terdapat banyak hal yang harus dikomunikasikan, Terutama perhatian Pemkot terhadap hasil karya seni para siswa serta ruang gerak yang lebih untuk meningkatkan kreatifitas siswa mengembangkan karya yang berkaitan dengan kebudayaan guna mendukung potensi daerah yang tergabung dalam PO-5.

“Dengan adanya program dan kegiatan seni dan budaya diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era sekarang. Walaupun jaman sudah modern tetapi budaya tidak boleh dilupakan. Selain itu, Sekolah dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya baik akhlaknya atau tinggi prestasi akademiknya, juga mampu menghadirkan peserta didik kreatif melalui kegiatan seninya,” pungkasnya.

Salah seorang pelajar kelas IX, alya (14), memberikan pendapat bahwa kegiatan seni dan budaya yang ada di sekolah kurang lebih dapat memotivasi para siswa untuk lebih mengenal budaya daerah dan memberikan kegiatan positif pagi siswa dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Mata pelajarannya bagus, kadang kesulitannya waktu belum tahu cara buatnya, tapi kalau sudah jadi rasanya puas, senang bisa dipakai, dijual juga karena hasilnya bagus,” jelasnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment