1776 Rumah di Lapandewa Dialiri Air Bersih

-Setelah Puluhan Tahun Krisis Air Bersih

LAPANDEWA- Penantian panjang masyarakat Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan untuk menikmati air bersih akhirnya terjawab. Pemkab Busel, Sabtu (21/10) meresmikan pengaliran air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Busel ke pemukiman warga.

Peresmian tersebut langsung dilakukan Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat. Turut hadir dalam peremian tersebut, Dirut PDAM Busel, Camat Sampolawa dan Lapandewa, Muspika, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat Lapandewa.

Bupati Agus, Feisal Hidayat mengatakan, sekitar delapan Desa sudah teraliri air ini tak lepas dari upaya pemerintah sebelumnya Pj Bupati Ilah Ladamai yang telah menggarkan konstruksi pada anggaran tahun 2016, mulai Tira sampai di Kecamatan Lapadewa.

Ini juga merupakan kerja keras dan upaya jajaran PDAM Busel dan SKPD yang berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan masyarakat sehingga peresmian air bersih ini bisa dilakukan.

“Jadi Hanya terjadi kekosngan dua hari, setiap tiga hari itu akan digilir perkelompok desa, untuk seberapa lama operasi PDAM melayani air bersih masih bisa sampai akhir tahun akan diliri terus, di tahun 2018 ia berjanji akan menambah operasinalnya bukan hanya sampai bulan 2017,” paparnya

Ditempat yang sama, Direktur PDAM Busel Tamrin mengatakan, peresmian pemanfaatan prasarana prasarana air minum dibangun dari sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah. Dimana sumber air baku dari Laloya Gunung Sejuk sampai dipuncak Warope menuju Lapandewa itu dibangun Direktorat Sumber Daya Air sebagai penanggungjawab air baku.

Kemudian Pemkab Busel melalui APBD 2016 membangun prasarana air minum dalam kampung. Termaksud sambungan ke rumah-rumah 1776 di Desa Tira, Bahari I, Bari II, Bahari III, Lapandewa Makmur dan Windu Makmur.

“Selanjutnya untuk Lapandewa Kaindae, Gerak Makmur, Lapanddwa Jaya, Lakaliba Burangasi, Burangasi Rumbia itu melalui dana hibah air minum tahun 2017,” tambahnya.

Perwakilan PAM PS Sultra, Annur mengatakan, adanya kebijakan tonomi daerah menempatkan kabupaten kta sebagai penanggungjawab di daearahnya termaksud pelayanan publik kapeada maysarkat. Salah satu pelayanan publik tersebut adalah akses maysarkat pada air minum.

Ia juga berharap kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengawalan kepada PDAM agar kinerja PDAM semakin baik lagi kedepanya. Ia berharap jika ada kerja sama antara emerintah daerah dengan PDAM maka akan menghailkan kinerja yang baik dan kualitas pelaynan air minum bagi masyarakt dapat meningkat.

Kepala Balai Wilayah Sultra untuk memenuhi kebutuhan air bersih, untuk Lapandewa merupakan kesukuran yang sangat luar bersih karena saat ini sudah dapat menikamati air bersih, secara kontinyu.

Sebuah keharusan suatu daerah mewujudkan pemenuhan kebutah iar bersih kepada masyaraktnnya yang dibarengi pertumbuhan masyarakt. Ini merupakan kepekaan pemerintah dalam memahami dan menyahuti kebutahan mendasar bagi masyrakat yang merupakan kebutuhan dasar masyarkat.

Kebutuhan dasar air ini lebih tinggi disadari bahwa kebutuhan paling tinggi. “Orang bisa hidup tanpa pangan tapi tidak bisa tanpa air, karena segala sesuatunya membutuhkan air, paparnya.

Diakuinya sejak tahun 2013 usul pengadaan infrastruktur air bersih itu diusulkan PDAM Kabupaten Buton. Aatas usulan itu Balai Sungai Sulawesi IV Kendari mellaui APBN-P mengalokasikan anggaran untuk pembangunan saran dan prasarana penyediaan air baku untuk kecamatan Lapanddwwa Rp 4 miliar.

Kemudian penyediana sarana dan prasaran air baku Kecamatan Sampoolawa yang juga merupakan pengambilan air baku sumber mata air Lapanddewa Rp 2 miliar. Tahun 2014 sempat terhenti nanti tahun 2015 kembali mengalokasikan anggaran untuk prasaran dan pprasanran air bersih Rp 6 miliar. Diakhir tahun 2015 sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa Tira.

Untuk Lapandwae banyak sekali tantangan dan kendala yang datang menyebabkan belum bisa diraning teks untuk dialiri tahun 2015. Namun dengan kendala itu dijadikan motifasi, September 2016 sarana dan prasaran air bersih Lapandewa dapat raning teks dijaringan pipa utama dan sambungan rumah untuk masyarakat kecamatan Lapandewa.

Ia berharap semua pihak yang terlibat tidak mengepentingkan kepentingan peroangan tapi mengedepankan kepeningan masyarakat dalam mendapatkan air bersih dengan harga terjangkau. Perlu pula diperhatikan keberlanjutan pryek ini dalam hal pemeliiharaan dan operasi dalam keberjlanjutan jangka panjang, baik pemeliaraan bibir mata ari melestarikan hutan disekitar mata air, dan melakukan penanaman pohon disekitar daerah resapan air.

“Mari kita wariskan mata air kepada anak cucu kita, jangan wariskan air mata kepada anak cucu kita,” paparnya.

Sementara itu perwakilan masyarakat Lapandewa, WU Dedi mengatakan, moment peresmian air bersih ini merupakan moment yang sangat bersejarah bagi masyarakat Lapandawa-Sampolwa yang selama ini tidak dibayangkan. Airr bersih bisa dinikmati dan mafaatkan didaerah ujung Busel. terkenal tandus tidak ada banyangan ada mata air disekitar Lapandewa.

Oleh karana pola pikir dan kerja pemerintah dan iktiar masayrakt Lapandwda dan Samplawa. “Alhamdulalh yang tadinya tidak ada bayangan sama sekali adanya air bersih. Hari ini adalah bukti bahwa pemerintah terlha berupaya memikirkan masysarkat agar supaya sama dengan masyarkat lain yang sudah lam menikmati memanfatkan air bersih,” tutupnya. (Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment