Buteng Maklumi Kendaraan tak Layak Operasi

LABUNGKARI- Dinas Perhubungan (Dishub) Buteng, masih belum tegas untuk menertibkan dan menguji kenderaan yang tidak layak pada angkutan umum di daerah itu. Pemerintah masih memberi kesempatan sembari melakukan pembenahan terhadap infrastruktur jalan.

“Kita kasih kesempatan kepada pemilik angkot sebebas-bebasnya karena sehubungan juga dengan fasilitas jalan kita yang masih dibilang buruk dan tarif juga masi belum standar kelayakan,” jelas Kadis Perhubungan Buteng, La Haruni saat dikonfirmasi terkait penertiban kendaraan tak layak operasi, rabu (25/10).

Dishub Buteng sudah pernah melakukan sosialisasi terkait kelayakan kenderaan. Namun untuk penertibanya, kata La Haruni, masih banyak pertimbangan yang dihadapi pemerintah.

“Kita ini kan masih daerah baru jadi masi banyak pertimbangan, kalau untuk aturannya kita nanti akan merujuk pada undang-undang dan peraturan kementerian perhubungan, mudah-mudahan tahun depan kita sudah bisa menegaskan terkait uji kelayakan itu,” tambahnya.

Sejauh ini La Haruni belum menerima laporan kenderaan yang mengalami kecelakaan terkait kurang layaknya kenderaan tersebut. Meski dilain sisi, sampai saat ini pemerintah belum memasang sarana pendukung lalu lintas seperti yang dijelaskan peraturan mentri perhubungan no 26 Tahun 2015 tentang standar keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

Berdasarkan data yang dihimpun, 8 Oktober 2017 di Desa Matawine Kecamatan Lakudo Kabupaten Buteng, terjadi kecelakaan lalu lintas kenderaan roda empat yang tidak mampu mendaki. Pada akhirnya mobil tersebut tersungkur kedalam talud. Untungnya kecelakaan tersebut tidak menelan korban jiwa, namun mobil mengalami kerusakan yang cukup parah.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment