Buton Kembangkan Sektor Pariwisata

PASARWAJO- Pemerintah Kabupaten dibawah kepemimpinan Umar-Bakry berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata, setelah sebelumnya berhasil meningkatkan infrastruktur jalan raya.

Plt Bupati Buton, Drs La Bakry MSi, megatakan, salah satu destinasi wisata yang akan dikembangkan diantaranya di kampung Bajo. Kemudian ditambah lima daerah lainnya yakni, Bajo bahari Wabula, Bahari Makmur, Kanawa, Balimu dan Bente.

“Jika diramu destinasi ini pasti orang mau tinggal dan datang di desa wisata, dan desa bajo bahari wabula kita mulai 2018 diujicoba Desa yang lebih dekat dengan ibukota,” katanya.

Sebagai sarana pendukungnya, kata dia, Pemerintah akan memperbaiki akses jalan dan menyediakan MCK. Selain itu akan dilakukan pengadaan air bersih, sehingga setiap desa wisata menjadi bersih bebas dari kesan kumuh.

Selain Desa wisata, Pemkab Buton juga akan memanfaatkan momen Festival Budaya Tua Buton untuk menarik wisatawan. Pemkab akan menyiapkan paket wisata, sehingga wisatawan bisa menginap di Buton setiap kali kegiatan tersebut digelar.

“Kendala saat ini hanya penyediaan home stay di tahun 2018 akan dianggarkan untuk ini,” ujarnya.

Menurutnya selama lima kali digelar, Festival Budaya Tua Buton selalu sukses, bahkan telah masuk kalender kementrian pariwisata. Dibalik itu diakuinya banyak tantang yang dihadapi dalam merintis kegiatan tersebut.

“Sebagai awal kita mencoba meyakinkan semua pihak ini layak dan budaya ini ada sehingga tahap selanjutnya nanti akan dikaitkan dengan pesta adat tahunan sehingga wisatawan datang bisa ikut kegiatan, dan dijadikan paket wisata,” ujarnya.

Dia menjelaskan, awalnya Budaya tua Buton lahir dari kerisauan Bupati dan wakil pada peristiwa Pilkada Buton yang kompleks yang melibatkan sembilan pasang calon ada 207 Desa/Kelurahan. Saat itu muncul sekat antara warga.

Maka untuk mempersatukannya dalam kekuatan, setelah dianalisis maka muncullah ide bupati melalui budaya.

“Budaya Buton itu sampai saat ini masih dilestarikan, dan warisan budaya ini yang dijadikan pemersatu yang sudah lama dipraktekkan dan di kolosalkan untuk melupakan sekat-sekat akibat pilkada langsung,”cetusnya.

“Idenya bagaimana semua menjadi satu dengan membuat festival budaya diangkat dalam bentuk kolosal setiap pemerintahan eks kesultanan Buton yang tadinya berbeda pilihan malah bersatu dan melupakan perbedaan pilkada,” sambungnya.

Dia berharap Buton semakin berkembang dan menjadi daerah tujuan wisatawan.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment