Dua Desa di Buteng Kekurangan Air Bersih

LABUNGKARI – Dua desa di kabupaten Buton Tengah, yakni Desa Lowu-lowu dan Desa Waliko Kecamatan Gu mengalami krisis air bersih. Para warga mengaku sudah sepuluh hari terakhir kesulitan memperoleh air bersih.

Kepala Desa Lowu-lowu, Muslimin Rifai, mengaku sangat sedih melihat kondisi masyarakatnya yang harus menaiki perahu untuk menuju lokasi tempat air bersih yang hanya ada di tanjung

“Mereka terpaksa harus ke tanjung menggunakan perahu untuk mengambil air disana,” ungkapnya saat ditemui usai mengikuti musyawarah terkait RPJMD Buteng, selasa (31/10).

Selain harus ketanjung, para masyarakat juga harus bertarung sejauh 6 kilometer dengan jalan yang rusak untuk turun langsung kelokasi penjualan air bersih milik desa tetangga. “Mereka juga harus turun ke lombe membeli air tangki dengan harga Rp40.000 yang dipakai tidak cukup dua hari kasian ekonomi masyarakat,” keluhnya

Ia hanya berharap, ketersediaan air bersih ini bisa ditangani secepat mungkin baik dari pihak PDAM Buton maupun pemerintah daerah kabupaten Buton Tengah (Buteng). “Kalau bisa secepatnya ditangani jangan dibiarkan berlarut-larut.” harapnya

Ia menambahkan, pihaknya sudah perna berkordinasi dengan pihak PDAM Buton selaku pengelolah air bersih di Kecamatan Gu untuk menyediakan air bersih sebagai alternatif sementara, mengingat tempat penyediaan Air bersih desa Waliko dan Lowu-lowu itu merupakan aset masyarakat setempat yang dihibahkan kepada PDAM Buton.

Di tempat berbeda, Direktur Utama (Dirut) PDAM Buton La Ode Sabaruddin mengatakan, kendala yang terjadi di desa Lowu-Lowu Kecamatan Gu disebabkan adanya kerusakan mesin yang disambar petir beberapa waktu lalu. “Sebenarnya setelah terjadi kerusakan, kami langsung menggantinya dengan persediaan mesin lain. Namun, mesin tersebut tidak mampu menarik air dalam jumlah yang cukup. Sehingga mesin tersebut perlu diganti.” ucapnya

Kata dia, pihaknya masih tengah berupaya untuk menganti mesin tersebut. Namun pergantian mesin itu membutuhkan waktu yang cukup lama karena mesin harus dipesan dan dikirim langsung dari Jakarta.

“Kita harus menunggu paling lambat dua minggu, kita akan terus upayakan agar mesin itu secepatnya bisa sampai di Kota Baubau dan langsung memasangnya.” harapnya

“Kita memahami apa yang sedang dirasakan oleh masyarakat Desa Lowu-lowu. Maka dari itu, kita akan bekerja lebih ekstra agar masalah yang sedang dialami oleh masyarakat Desa Lowu-lowu cepat teratasi. Masalah masyarakat terkait PDAM juga merupakan masalah kami karena itu adalah tanggungjawab kami. Kami juga berharap agar masyarakat Desa Lowu-lowu bersabar karena kita tidak akan tinggal diam dengan kondisi tersebut,” tutupnya

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment