Mako Brimob Batauga Gelar Upacara Napak Tilas

-Dalam rangka menyambut HUT Brimob ke-72

BATAUGA – Dalam rangka menyambut hari jadi Satuan Brigadir Polisi (Brimob) ke-72 yang jatuh 14 november 2017, Markas Komando (Mako) Brimob Batauga menggelar upacara pembukaan napak tilas sejarah perjalanan Brimob di Sulawesi Tenggara saat melakukan agresif pengejaran pergerakan gerombolan yang menyebar di wilayah pesisir dan daratan Sultra. Wakil Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani bertindak sebagai inspektur upacara.

Kegiatan yang dipusatkan dihalaman Mako Brimob Batauga itu dihadiri plt sekda Busel, Kostantinus Bukide beserata sejumlah jajaran SKPD Busel. Hadir pula perwakilan dandim 1413 Buton, Komandan Batalion B pelopor, perwakilan Polres Buton dan perwakilan polres Baubau.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Busel, H La Ode Arusani mengatakan, kegiatan pembukaan napak tilas ini sebelumnya tidak pernah dilaksanakan di Busel. Maka seyogyanya sebagai warga dan peemrintah sudah sepatutnya berbangga terhadap satuan brimob Kompi Batauga yang menggelar kegiatan napak tilas ini di Buton Selatan. “apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Brimob Batauga yang telah mengorbankan tenaga, waktu dan pikiran dalam menjaga daerah yang kita cintai,” kata Arusani saat memeberikan sambutannya, Rabu (1/11).

Upacara napak tilas ini adalah bertujuan untuk mengingat kembali kepada masyarakat tentang perjuangan korps Brimob Polri dalam menumpas gangguan seperatis DII/TII yang pernah terjadi di Sultra. Perjuangan tersebut ditandai dengan berdirinya beberapa tugu Brimob di wilayah Sultra. Selain itu, upacara ini juga adalah wujud penghargaan yang disampaikan kepada para pejuang yang dengan gigih mempertahankan ideologi negara kesatuan Repunlik Indonesia. “Seiring perkembangan jaman yang seba digital marilah kita bersama-sama bahu membahu mewujudkan dan menciptakan harmonisasi yang bersinergi antara steakholder dan seluruh lapisan masyarakat demi tercapainya stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Busel,” tambahnya.

Korps Brimob terbentuk pada tanggal 14 november tahun 1946. Dimana kondisi negara belum kondusif sepenuhnya. Hal ini terjadi karena adanya agresi militer belanda satu dan dua serta adanya organisasi yang ingin memisahkan diri dari NKRI yang salah satunya adalah DII/ TII yang bertujuan ingin merubah idiologi pancasila. Pergerakan gelombang DII/TII menyebar melaui wilayah pesisir dan daratan Sulawesi Tenggara pada tahun 1946. Kompi 5153 Sulsel mengirim Satu regu Mobrig (yang saat ini brimob) ke wialayah Mawasangka, Buton Tengah.

Kegiatan ini diakhiri dengan pelepasan 60 porsenil peserta Napak tilas yang terdiri dari 40 anggota brimob Batauga dan 20 anggota polres Buton. Pelepasan dilakukan langsung wakil Bupati Busel, H La Ode Arusani. “Untuk perjalanannya itu di muli dari Batauga, kemudian kita menuju menuju ke Mawasangka. Jam tiga sebentar kita akan disambut oleh Muspida dan warga melalui proses upacara serah terima yang dipimpin langsung leh Bupati Buton Tengah,” kata Komandan Kompi Brimob Batauga, AiptuĀ Muhamad Ansar Ali.

Perjalanan kemudian dilanjutkan di Sikeli, Kecamatan Kabaena Bombana. Kemudian Di lanjutkan di Poleang dan finis di Polres Bombana.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment