Istri Faisal Terancam Dipecat

– Selama Tujuh Bulan Tidak Pernah Masuk Kantor

BATAUGA – Meski masa cuti telah berakhir, namun Istri mantan Pj Bupati Busel kedua, Muhamad Faisal La Imu, Andi Sey Faisal tak pernah masuk kantor. Padahal terhitung tujuh bulan Andi Sey tak pernah berkantor.

Saat dikonformasi, Muslim Taangi mengaku telah menghimbau kepada Andi Sey agar kembali menjalankan tugasnya sebagai Kepala bidang di dinas Pariwisata. Bahkan Pihaknya mengancam akan menahan gaji yang bersangkutan jika yang bersangkutan tidak memberikan keterangan tertulis terkait dengan alasanya tidak masuk kantor.

Bukan hanya gaji, pihaknya juga bahkan menahan seluruh tunjangan yang bersangkutan. “Surat iin cuti yang bersangkutan sejak maret hingga maret. Semestinya april ini sudah masuk kantor sebagaimana mestinya. Namun hingga oktober ini yang bersangkutan belum masuk kantor. Artinya sudah tujuh bulan dia tidak berkantor,” kata Muslim.

Menurutnya, Andi Sey pernah sekali masuk kantor, tepatnya dua hari sebelum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat dan H La Ode Arusani. “setelah itu tidak pernah masuk lagi,” tambahnya. Sebagai pimpinan, lanjutnya, pihaknya tak dapat menerima alasan secara lisan yang bersangkutan.

Mestinya yang bersangkutan harus melampirkan alasan tersebut dengan bentuk tertulis. “yang jadi persoalan yang mengurus perpindahan ini sampai lama begitu itu bagaimana. Terus kita juga sudah ssampaikan kita tidak bisa memberikan gajinya kalau tidak memberikan keterangan secara tertulis. Kami terus menunggu surat tertulis dai yang bersangkutan tapi belum ada juga,” paparnya.

Pihaknya juga sudah memberikan pemahaman kepada terkait dengan PP nomor 53 tahun 2010 terkait disiplin ASN. Bahkan persoalan ini juga sudah dilaporkan ke sekeda Busel sebagai pimpinan tertinggi pemerintahan. “tapi begitu mi kalau kita mau ajar orang cerdas ini susah,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Plt Sekda Busel, kostantinus Bukide mengaku belum mendapat laporan terkait dengan hal ini. Kata dia, seharusnya Kadis Pariwisata Busel memberikan sangsi tegas sesuai dengan PP 53 tahun 2010 terhadap yang bersangkutan. “Selama ini kadis yang bersangkutan tidak pernah melapor kepada kami kalau ternyata ada salah satu stafnya yang seperti ini. Jadi kita menganggap kalau semua PNS di Busel ini bekerja dengan baik dan normal. Tidak pernah ada satu kadispun yang menyampaikan kalau ada stafnya yang tidak pernah masuk kantor,” kata Kostan Saat di temui diruang kerjanya, Kamis (2/11).

Menurutnya, jika Kadis yang bersangkutan menjalankan peraturan sesuai dengan amanat PP 53, yang bersangkutan akan kembali berkantor. sebab dalam PP tersebut terdapat acaman pemecatan. “Saya yakin kalau kadis yang bersangkutan telah melakukan hal seperti amanat PP 53 itu pasti akan berubah. Pasti yang bersangkutan akan segera datang karena dia tahu itu sudah ada pintu masuk pemecatan. Namun kalau hanya kita sampaikan kalau yang bersangkutan untuk masuk kantor itu bukan sangsi disiplin, itu hanya himbauan agar yang bersangkutan masuk kantor. Tapi yang kita minta kalau yang bersangktan sudah tiga kali yang bersangkutan tidak pernah datang harusnya Kadis menjatuhkan hukuman,” nilainya.

Berdasarkan ketentuan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, oknum PNS akan dipecat secara tidak terhormat jika tak pernah berkantor selama 46 hari. “Kalau terkait dengan Ibu Andi Sei Fasal ini yang tidak berkantor selama hampir tujuh bulan ini sudah seharusnya atasan langsung yang mengambil langkah. Karena Kalau misalnya bupati langsung yang mengambil langkah-langkah mengeluarkan SK pemberhentian dengan tiak hormat dan kemudian yang bersangkutan mengadukan persoaln itu ke PTUN, itu pasti kita kalah. Karena penjatuhan hukuman itu harus berjenjang,” tutupnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment