Kelompok Tani Wabula Butuh Bantuan Pemerintah

PASARWAJO- Kelompok Tani di Kecamatan Wabulo, Kabupaten Buton sangat mengharapkan uluran tangan dari pemerintah setempat untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Sebab selama ini ada saja kendala yang mereka hadapi, mulai dari serangan hama babi, struktur tanah yang bercampur batu hingga jauhnya sumber air dari lokasi pertanian.

Bagi petani Kecamatan Wabula tidak mudah mengembangkan hasil pertanian. Struktur tanahnya yang bercampur batu kapur membuat tanaman tumbuh diatasnya membutuhkan air, sementara sumber air jauh. Sehingga penyuluhan yang dilakukan Pemda selama ini seolah tidak berarti.

Kendati begitu usaha masyarakat Wabula dalam bertani dan berkebun tidak pernah surut, apalagi jika mereka ditopang dengan bantuan pemerintah setempat. Sayangnya, sejauh ini janji bantuan pemerintah hanya sebatas penyampaian belaka dan tak kunjung terealisasi. Mereka juga telah menyodorkan proposal ke Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Pertanian, namun belum ada tanggapan.

“Sampai sekarang belum ada bantuan, adapun itu hanya sebatas penyampaian. Proposal yang kita sodorkan terkait memberantas hama babi, pengadaan tower dan tenaga surya serta pupuk,” kata Ketua kelompok tani Suka Maju, Kecamatan Wabula, La Ibrahim, ditemui di Perkantoran Takawa.

La Ibrahim menjelaskan, sebagian besar petani Wabula menanam jenis umbi-umbian, seperti ubi kayu, ubi jalar dan jagung. Sementara untuk bertani jenis tanaman lainnya, para petani masih enggan karena struktur tanah yang bercampur batu kapur.

Seiring waktu, dikarenakan tak ada bantuan dari Pemda yang menyertai usaha mereka menyebabkan hasil pertanian tidak berkembang. Ini membuat sebagian petani berpindah haluan, mencari nafkah dengan usaha lain.

“Karena belum ada bantuan, pupuk masih usaha sendiri, air kita pikul dari rumah ke lokasi Pertanian, jauhnya kurang lebih 2 kilometer. Tapi sekarang mulai mudah diakses karena sudah ada jalan usaha tani,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Azizu, mengaku, pihaknya telah melakukan penyuluhan tiap minggunya, guna meningkatkan hasil pertanian dan menopang ketahanan pangan masyarakat.

Soal bantuan kepada petani, kata dia pihaknya tetap berusaha agar kelompok tani tetap bertani dan mengembangkan tanaman sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tanah itu sendiri. Dia mengaku pihaknya telah mengusulkan beberapa bantuan ke pemerintah pusat. Sayangnya, bantuan yang diberikan tidak sesuai spesifikasinya.

“Kita minta bantuan ini, yang diberikan malah lain lagi. Sehingga, bantuan yang ada terbatas,” tuturnya.

Sementara terkait dengan proposal dari para kelompok tani, dia mengatakan, pihaknya tidak bisa banyak membantu, sebab anggaran yang dikelola sangat terbatas.

Disisi lain, guna mendukung program nasional terkait ketahanan pangan, pihaknya akan berupaya memperjuangkan sehingga bantuan kepada petani tersalurkan secara merata di Kabupaten Buton.

“Mudah-mudahan tahun anggaran baru nanti, kita dapat lebih supaya petani kita bisa bantu,” katanya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment