Warga Pasarwajo Gelar Tradisi Picundukia

PASARWAJO – Jelang pelaksanaan pesta adat dua tahunan warga Pasarwajo Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara menggelar pesta adat dua tahunan Picundukia, bertempat di pantai wajo minggu (5/11).

Panitia kegiatan Zaini mengatakan Picundukia merupakan rangkaian pesta adat Pasarwajo dengan memberikan darah ayam pada anak pertama dan diikuti dengan mandi-mandi di pantai wajo yang nantinya akan diikuti dengan makan-makan bersama. Dia menjelaskannya tradisi Picundukia sudah dilakukan masyarakat Pasarwajo sejak zaman dahulu, berawal dari pemotongan ayam jantan dan betina oleh perangkat adat Pasarwajo yang dinlakukan di Kollo pantai wajo.

“Picundukia acara yang pertama kali dilakukan sebelum acara lainnya,”ujarnya. Konon katanya pada zaman dahulu tradisi yang terus dilakukan di kollo tersebut punya cerita ada keanehan airnya menjadi tawar mulai dari wajo, liang, batumotongka dan asa berbeda dengan air dengan air lain di tepi pantai teluk Pasarwajo.

Ritual Picundukia pemotongan ayam jantan dan betina, diharapkan agar anaknya berbakti kepada orang tua memohon kepada allah menjadi anak yang baik cinta keluarga bangsa.

Sementara itu, Plt Bupati Buton drs La Bakry MSi mengatakan Pemerintah daerah sangat mendukung dan mensuport pelaksanaan acara adat yang menjadi tradisi masyarakat dan terus dilestarikan, Seperti dua tahun lalu.

“Mewakili Pemda dan seluruh jajaran menyampaikan selamat mudah-mudahan yang dilaksanakan hari ini tetap terjaga untuk memperkokoh persaudaraan dan silaturahmi diantara kota semua,”ujarnya. Acara Picundukia hanya ada di pesta adat Pasarwajo tidak ada didaerah lain, meskipun nantinya sama seperti daerah yang lain acara puncak makan-makan bersama dan kegaitannya cukup meriah ada kabanti ortu dan anak muda.

Acara adat ini modal dasar dalam membangun bangsa terutama Pasarwajo, ini punya nilai tinggi dalam konteks pembangunan karakter artinya masyarakat tidak melupakan jati dirinya. Muaranya untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan hal itu tidak harus dimulai dari monas bisa dari Pasarwajo, Baubau Kendari

“Pemda besyukur suasana kearifan lokal ini bisa kita jaga terus menerus,
Mudah-mudahan sampai diacara puncak dapat dilaksanakan bersama, Mari kita pelihara suasana kedamaian seperti ini,”ujarnya.

(Kepton pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment