Bupati Busel Minta Pelaku Bom Diproses Hukum

-Danlanal Kendari: Pebom Ikan Musuh Negara

BATAUGA-Proses penyidikan para pelaku pebom ikan yang ditangkap oleh satuan Pos Angkatan Laut (Posal) Kota Baubau di laut Pieter Boot (liwutongkidi), Minggu (5/10), sedangn menjalani porses penyidiakan di Lanal Kendari. Bupati Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat meminta agar para pelaku diproses secara hukum.

Kata dia, dirinya telah memerintahkan langsung Dinas Kelautan dan Perikanan Busel untuk menindaklanjuti persoalan itu sampai kejalur hukum. Langkah itu dilakukan agar para pelaku mendapat efek jerah.

Ia juga meminta agar semua elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam menangani persoalan kelautan dan kehutan di Busel. Selain itu, pemda akan membuka saembara penangkapan para pelaku pebom ikan dan pembalakan hutan pada 2018 mendatang. “saya akan membuat saembara mulai dari kerusakan hutan sampai laut. Jadi bagi mereka yang menangkap itu akan dikali jumlah kelipatan. Jadi orang yang menangkap akan diberikan hadia jutaan rupiah. Tapi angkanya saya masih cari. Dan itu kita akan publis diseluruh media dan diumumkan diseluruh desa,” kata Agus Feisal Saat ditemui di Rujabnya, Senin (6/10).

Sementara itu, Komandan Lanan Kendari, Kol Prio Budi Leksono mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman dan penyidikan terkait dengan proses hukum para pelaku pebom yang diketahui adalah warga Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, La Saimu (50) dan La Unca (50an). Selain itu, pihaknya juga sedang mendalami pelaku penyuplai bahan peledak (handak) yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya. “Mereka inikan adalah masyarakat yang dimamfaatkanlah. Namun untuk lebih jauhnya saya tidak tahu, namun yang jelas kehidupan mereka seperti itulah. Kalau dari gerakan mereka untuk menyampikan keterangannya terkesan tidak terbuka. Seolah-olah mereka menyembunyikan jaringannya. Artinya mereka ini selalu berpikir melakukan tindakan-tindakan seperti itu. Namun kalau seperti itu berarti meemang meeka ini adalah musuhnya kita, karena memang pemboman ikan adalah musuh negara,” Kata Prio Budi Leksono saat dikonformasi via telponnya.

Ia mengaku, pihaknya telah mengantongi gambaran terkait pelaku penyuplai handak tersebut. Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan satgas 115 bentukan kementerian kelautan (KKP) dalam menangani persoalan itu. “Ini juga tidak hanya pelaku pembomnya namun kita akan melihat sampai kebelakang siapa penyuplai handak ini. Sebab kalau suplainya jalan terus maka aktifitas pengeboman ini akan jalan terus,” tambahnya.

Sesuai dengan mekanisme, negara memberi kewenangan TNI AL untuk memproses secara hukum para pelaku pebom ikan. Bahkan dalam pihak TNI juga memiliki hukum untuk menghukum para pelaku pebom ikan. “Kalau untuk penanganan hukumnya kita akan melakukan penyidikan sendiri karena kita memang memiliki kewenangan untuk kegaitan penangkaan ikan menggunakan handak ini. Nda perlu dengan pihak kepolisian.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 84 uu perikanan 45 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,2 miliar.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment