SOLUSI PERBAIKAN SISTEM PENDIDIKAN MELALUI METODE BELAJAR

Oleh: Abdul Malik Darmin A, SKM.,MPH In OSH

 Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam berkembangnya suatu negara. Dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas ditentukan oleh pendidikan yang berkualitas pula. Tanpa adanya pendidikan yang baik maka kemajuan suatu negara akan terlambat. Di Indonesia Pemerintah telah banyak melakukan program demi mendorong kemajuan pendidikan, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UU 1945 bahwa pendidikan merupakan tanggungjawab Negara dan masyarakat. Dalam merealisasikan hal tersebut Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi terus mengembangkan program–program unggulan serta mengeluarkan anggaran yang cukup besar demi menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Ironisnya pendidikan yang dipandang sebagian kalangan merupakan proses memanusiakan manusia dalam realitasnya masih sebatas wacana yang jauh dari harapan. Realita yang terjadi saat ini pendidikan hanya dijadikan sebagai kendaraan dalam berpolitik yang dilakukan oleh para raja-raja dinegeri ini dan ada pula pendidikan hanya digunakan untuk mengejar strata ekonomi dan sosial yang tinggi. Realitaini menunjukan bahwa pendidikan yang diharapkan memanusiakan manusia masih menjadi angan-angan.

Beberapa sumber mengatakan bahwa masalah yang paling kursial dalam pendidikan di Indonesia adalah Sistem pendidikan di Indonesia yang belum baik dan ada pula yang menyebutkan bahwa metode pembelajaran di Indonesia kurang ideal. Metode pembelajaran di Indonesia jauh berbeda dengan di Negara-Negara maju bahkan kurikulum yang digunakan pun berbeda-beda. Sebut saja Korea selatan yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia menurut The Social Progress Imperative yang baru-baru ini merilis hasil penelitiannya. Dari hasi penelitian tersebut Korea Selatan bertengger di Posisi 1 mengalahkan Jepang yang berada di urutan ke 2. Hal ini dikarenakan pendidikan di korea selatan memberlakukan lama belajar selama tujuh hari kerja dan anggaran pendidikan di korea selatan mencapai 150 Triliun Rupiah. Sedangkan posisi  Indonesia masih belum mampu bertengger di angka terbaik dunia atau setidaknya masuk dalam 100 besar dunia dalam hal sistem pendidikan.

Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dan pembenahan dalam sistem pendidikan di Indonesia karena mau atau tidak mau, siap atau tidak siap dunia pendidikan di Indonesia akan dihadapkan dengan persaingan global. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam membenahi sistem pendidikan di Indonesia salah satunya melalui pembenahan sistem pembelajaran. Pada dasarnya dalam menjalankan atau merubah metode pembelajaran membutuhkan waktu dan upaya yang lebih agar mempersiapkan peserta didik menjadi lulusan yang berkarakter dan berkualitas. Untuk menciptakan hal tersebut ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan sebagai alternatif yang cocok digunakan tenaga pengajar dalam situasi dan kondisi yang dihadapi.

  1. Metode Pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Math (STEM)

Metode Pembelajaran STEM sangat dibutuhkan peserta didik untuk melatih kemampuan dan bakat dalam menghadapi persaingan global. Metode ini banyak digunakan di Negara-Negara maju. Metode STEM merupakan metode yang mengajak peserta didik langsung berintergrasi dengan mata pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari meliputi kolaborasi, kreasi, komputerisasi, mandiri dalam belajar, berfikir kritis dan pemahaman terhadap budaya. Pada dasarnya metode ini berbasis penguasaan ilmu di bidang eksakta terutama bidang sains, teknologi, desain dan matematika.Bidang ini memegang peranan penting di dunia pendidikan dan beberapa orang menyebut bahwa kelima bidang tersebut juga menjadi kunci sukses bagi pembangunan suatu negara.

Metode STEM juga ini dapat membentuk sumber daya manusia yang mampu bernalar, berfikir kritis, logis, dan sistematis sehingga peserta didik mampu menghadapi tantangan global. Metode ini juga tidak hanya mengembangkan pengetahuan di bidang sains, teknologi, desain dan matematika namun metode ini juga mengembangkan dan menumbuhkan soft skill seperti  keterampilan memecahkan masalah dan penyelidikan secara ilmiah.

  1. Metode Pembelajaran Direct Learning

Metode Pembelajaran direct learning atau biasa disebut juga denganpembelajaran langsung. Metode ini sering digunakan guru maupun dosen menyampaikan materi pelajaran secara sistematis atau biasa yang kita kenal dengan metode ceramah. Metode ini bersifat informatif seperti sesuatu yang berupa fakta, konsep, prinsip atau generalisasi, kemudian  bersifat prosedural yang terstruktur dengan baik dengan menjurus pada keterampilan dasar.

Metode pembelajaran langsung ini menekankan terhadap peserta didik belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan tingkah laku tenaga pengajar. Oleh karena itu hal penting yang harus diingat bahwa dalam menerapkan model pembelajaran langsung yaitu menghindari penyampaikan yang terlalu kompleks.

  1. Metode Pembelajaran Problem Solving

Metode Pembelajaran Problem Solving merupakan metode yang dilakukan dengan cara melatih para peserta didik menghadapi berbagai masalah untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Metode ini cukup efektif yaitu dengan cara penyajian bahan pelajaran atau kasus kemudian dibahas dianalisis atau diselesaikan perindividu atau kelompok untuk mencari pemecahan atau jawaban dari kasus tersebut.

Manfaat dari metode ini dapat mengembangkan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah serta dapat mengambil keputusan secara objektif dan mandiri, manfaat lainnya yaitu dapat meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik dalam situasi yang benar-benar terjadi dalam berbagai macam perspektif.

  1. Metode Pembelajaran Kontekstual

Metode Pembelajaran Kontekstual atau biasa disebut dengan Contextual Teaching Learning, metode ini mempraktikkan konsep belajar yang mengaitkan materi yang dipelajari dengan situasi nyata peserta didik. Metode ini mengasumsikan secara natural mecari makna konteks dengan situasi nyata dilingkungan seseorang. Dengan metode tersebut peserta didik diharapkan akan mampu menggunakan pengetahuannya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi.

Metode ini dimulai dengan cara tanya jawab lisan secara terbuka, ramah tama dan negosiasi. Peserta didik diajak berdialog terkait dengan kehidupan yang dialami peserta didik. Sehingga efek positif dari metode ini yaitu peserta didik dapat merasa benar-benar dilibatkan dan terlibat, mengalami dan akan membentuk motifasi belajar. Peserta didik tidak akan merasa jenuh karena tidak selalu diberikan teori melainkan langsung terjun secara konkret. Indikator pembelajaran kontekstual terdiri beberapa model. Diantarannya, modeling, questioning, learning community, inquiry, constructivisme, dan reflection authentic assessment.

  1. Metode Pembelajaran Kooperatif

Metode Pembelajaran Kooperatif atau biasa disebut juga Cooperative learning merupakan strategi pengajaran yang dirancang untuk mendidik peserta didik bekerja sama secara kelompok dan interaksi antar peserta didik. Metode ini lebih menekankan kepada interaksi sosial sebagai mekanisme dalam mendukung perkembangan kongnitif peserta didik. Dalam melaksanakan metode ini dapat membantu siswa untuk lebih memudahkan memproses informasi yang diperoleh. Tujuan dari metode ini yaitu memiliki hasil belajar belajar akademik, menerima terhadap keberagaman, dan pengembangan keterampilan sosial.

Metode ini pula sangat bermanfaat karena dapat mengajarkan peserta didik menjadi percaya pada tenaga pengajar, memiliki kemampuan berfikir, mencari informasi dari sumber lain dan peserta didik lain, mendorong peserta didik mengungkapkan idenya dan membandingkan ide tersebut dengan ide temannya dan yang paling penting dapat menerima perbedaan antara lain menghormati peserta didik yang kurang pintar dan yang pintar.

  1. Metode Pembelajaran Bersiklus dan Probing-Prompting

Metode Pembelajaran Bersiklus dan Probing-Prompting merupakan teknik pembelajaran dengan cara tenaga pendidik mengajukan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berfikir peserta didik  dengan pengetahuan setiap peserta didik dan pengalaman yang di hadapi. Metode ini melakukan proses tanya jawab yang dilakukan dengan menunjuk peserta didik secara acak sehingga setiap peserta didik mau tidak mau harus berpartisipasi aktif dan peserta didik tidak dapat menghindar dari proses pembelajaran tersebut.

Kondisi ini biasanya membuat peserta didik menjadi tegang sehingga memicu peserta didik agar terus belajar sehinggat tercipta kebiasaan peserta didik untuk terus belajar. Ketika cara ini dilakukan secara terus menerus ketika peserta didik melakukan diskusi kelompok akan terlihat keaktiftas dari peserta didik pada waktu mempresentasikan hasil kelompoknya dan para peserta didik pun terlihat antusias untuk menjawab diakarenakan pengetahuan peserta didik semakin bertambah.

  1. Metode Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME)

Metode Pembelajaran Realistic Mathematic Education merupakan suatu teori pembelajaran dalam pendidikan matematika dengan didasari ide bahwa matematika adalah aktivitas manusia dan matematika harus dihubungkan secara nyata dalam konteks kehidupan sehari-hari peserta didik sebagai sumber pengembangan melalui proses matematisasi baik horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma dan aturan untuk digunakan dalam menyelesaikan masalah) dan vertikal (reorganisasi matematik melalui proses dunia rasio dan pengembangan matematika).

Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Institusi Frudenthal di Belanda sejak tahun 1970 dimana metode ini menjelaskan tentang aktifitas menemukan masalah, memecahan masalah dan mengorganisasi pokok persoalan. Untuk memahami metode ini sederhananya yaitu memberikan gambaran tentang pembelajaran pecahan di sekolah, namun sebelum mengenalkan pecahan kepada peserta didik terlebih dahulu diawali dengan pembagian bilangan yang sama misalnya pembagian roti antara peserta didik A dan peserta didik B, setelah peserta didik dapat memahami pembagian yang sama baru diperkenalkan dengan istilah pecahan. Pembelajaran ini sangat berbeda dimana peserta didik sejak awal di suguhi dengan hal yang sederhana agar memudahkan memahami inti dari materi tersebut.

Beberapa metode pembelajaran diatas memiliki kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu sebagai tenaga pengajar bisa mengkolaborasikan metode-metode tersebut dan digunakan sesuai kebutuhan, cara, gaya belajar peserta didiknya sehingga tujuan dari pembelajaran dapat dicapai dengan optimal.Akan tetapi metode yang dikemukakan merupakan pengantar yang bisa menjadi bahan acuan tenaga pendidik namun ketika sesuatu yang sifatnya prinsip diserahkan kepada tenaga pengajar dalam memodifikasi, kreatif dan melakukan penyesuaian terhadap situasi dan kondisi kondisi peserta didik, sifat materi bahan ajar, fasilitas yang tersedia serta kondisi tenaga pengajar itu sendiri.

Metode-metode tersebut bersifat universal sehingga dapat digunakan tenaga pengajar entah itu guru maupun dosen. Pada dasarnya yang harus kita pahami bahwa setiap metode pembelajaran sebagus apapun harus membutuhkan sinergisitas dan pemahaman seorang pengajar karena mereka adalah motor penentu dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dimanapun sekolah ataupun kuliahnya ketika sistem pendidikan baik maka hasilnyapun akan berkualitas sehingga ketimpangan pendidikan antara Indonesia barat dan timur tidak begitu jauh.

 

 

 

You might also like More from author

Leave a comment