PLN Setengah Hati di Talaga

LABUNGKARI – Lebih dari seribu kepala keluarga (KK) yang bermukim di Kecamatan Talaga, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), hingga kini belum menikmati indahnya menonton film di siang hari. Kendalanya mereka hanya bisa menikmati listrik pada malam hari saja.

Di daerah yang berbatasan dengan pulau Kabaena itu, dialiri listrik mulai pukul 18,00 Wita hingga 06-00 wita. Kondisi tersebut mengganggu mengganggu aktifitas pelayanan pemerintah termasuk pengembangan usaha warga.

“Kalau listrik mati maka es-es yang sudah membeku itu cair lagi, ditambah kebutuhan rumah tangga keinginan masyarakat tidak mau lagi menggunakan genset maunya listrik dari PLN ,” ungkap Camat Talaga Samsu Umar.

Pemerintah kecamatan sudah pernah berkoordinasi dengan PLN setempat. Namun hingga kini belum ada anggaran yang digelontorkan untuk menyalakan 24 jam listrik di wilayah yang pernah terkenal saat perusahaan tambang nikel masuk di wilayah itu.

Di Kecamatan Talaga Raya, lanjut camat, terdapat 3 desa dan satu kelurahan. Di wilayah itu terdapat sekitar 200 KK masuk daftar tunggu yang belum memiliki kwh (meteran listrik). “Kalau kordinasi kita sering lakukan namun kendalanya itu pemerintah belum mengelontorkan anggaran untuk pengaliran listrik 24 jam,” ujarnya

Bupati Buton Tengah, Samahuddin mengaku sangat memahami perasaan masyarakat Kecamatan Talaga. Usai kunjungan kerja pertamanya di wilayah Talaga, bupati pertama di negeri seribu gua itu mengaku akan memperjuangkan listrik 24 jam di Kecamatan Talaga.

“Untuk persoalan listrik saya akan upaya, kita kordinasikan dulu dengan pihak PLN setempat, kalau bicara soal jumlah penduduk saya kira sudah layak yang pasti kita akan usahakan untuk lampu 24 jam,” pungkasnya

Ketika disinggung apakah upaya pemerintah menggunakan tenaga surya sebagai alternatif? Pria yang disapa la Ramo itu tak mau berspekulasi. “Nanti kita liat, saya tidak mau berjanji kita kerja dulu secara perlahan-lahan,” ungkapnya sambil tersenyum.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment