Warga Keluhkan Pelayanan Samsat

BAUBAU- UPTD Samsat Kota Baubau harus memikirkan formulasi yang lebih baik guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung dan wajib pajak. Apalagi sejak kebijakan pemutihan pajak diberlakukan, antusias masyarakat yang membayar pajak cukup membludak.

Kondisi ini mengakibatkan warga yang mengantri hingga berhari-hari. Kondisi kantor yang sempit, ditambah tiga loket antrian yang harus dilewati membuat warga jenuh melakukan pengurusan.

“Kami sebenarnya sudah jenuh, sebab setiap melakukan pengurusan mereka harus berurusan dengan birokrasi yang panjang dengan antrian yang cukup lama,” ujar La Jamu warga Batauga.

Dia berharap UPTD Samsat Baubau dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Karena bagaimanapun masyarakat tetap membutuhkan pelayanan yang maksimal.

Kepala UPTD Samsat Baubau Edi Mutalib mengakui pelayanan masyarakat sedikit terhambat, namun hal itu disebabkan karena faktor jaringan yang seringkali putus.

“Kita lakukan tiga jaringan, ada jaringan masuk ke polda, jaringan ke dinas pendapatan provinsi, dan jasa raharja, jika disalah satu ini ada gangguan jaringan maka semua tidak bisa terupdate, jadi kita tidak bisa melayani,” katanya.

Disisi lain banyak persoalan yang biasa mengalami hambatan. Misalnya data yang dimasukkan masyarakat di polda banyak yang telah terhapus. Sehingga membutuhkan waktu bagi tenaga operator untuk melakukan pendataan kembali.

Namun demikian, pelayanan tetap dilakukan. Bagaimanapun keluhan masyarakat akan menjadi kontrol bagi petugas Samsat Baubau untuk memperbaiki pelayanan yang lebih baik. “Bisa saja kami lakukan lembur namun pihak pemerintah juga harus memikirkan intensif para petugas sebagai tambahan jam kerja,” tambahnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment