Agus Feisal Resmikan Puskesmas Siobar

BATAUGA-Rehabilitasi bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Desa Molona, Kecamatan Siompu Barat (Siobar) telah resmi beroprasi kembali. Itu ditandai dengan peresmian yang dilakukan langsung Bupati Buton Selatan, Agus Feisal hidayat, beberapa waktu lalu.

Acara Persmian Pembangunan rehabilitasi puskesmas yang menelan menelan anggaran daerah tahun 2017 sebesar Rp 1 138 230 000 dihadiri juga wakil Bupati Busel, H La Ode Arusani, Kepala dinas Kesehatan Busel, Dr Darwis Makka, dan sejumlah jajaran SKPD lainnya. Hadir pula para tokoh masyarakat dan tokoh adat setemat.

Kepala Dinas Kesehatan Busel, Dr Darwis Makka dalam laporannya mengatakan, untuk program kerja dinas kesehatan tahun 2017 yakni membangun satu unit Puskesmas di desa Bahari dan merehab berat puskesmas yang ada di Kecamatan Siompu Barat dan Kecamatan Sampolawa. “Dan alhamdulila semua ini sudah selesai,” kata Darwis.

Untuk Kecamatan Siobar merupakan pekerjaan rehap yang terbaik Se-Busel. “Jadi sekilas saya sampaikan bahwa sudah lebih 30 tahun puskesmas ini berdisi baru kali ini direhap. Mungkin pekerjaan kedepannya pagarnya sudah harus dibenahi supaya betul-betul tenang, Karena kemarin kami menemptkan dokter di siobar, sebenarnya kami mau menempatkan dua dokter hanya tidak betah karena ada pertimbangan keamanannya. Makanya mungkin pagarnya perlu dibenahi,” tambahnya.

Untuk merealisasikan itu, lanjutnya, berdasarkan hasil musrenbang beberapa waktu lalu, pekerjaan rehabilitasi pagar puskesmas tersebut akan dianggarakan melalui dana desa. Sehingga tenaga kesehatan yang berstatus PNS itu akan bertambah. “Jadi kebutuhan untuk tenaga kesehatan itu PNSnya ada 11 orang. Namun kita terbantu dengan adanya tenaga bidan disetiap desa yang jumlahnya kurang lebih 17 orang semua yang ada di Siompu barat,” tuturnya.

Sesuai dengan status puskesmas yang akan melayani satu kali 24 jam perhari, dinas kesehatan Busel berencana akan mendatangkan doketr umum bergelar S2 dan satu dokter gigi sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Bebeda dengan Kepala Kecamatan Siompu Barat, La Singepu melalui Sekcamnya, Drs La Maali. Menurutnya, sekalipun hari ini telah berdiri gedung puskesmas termewah Se-Busel di Kecamatan Siompu Barat, namun dari sisi tenaga medis Kecamatan Siompu Barat adalah yang terjelek.

Faktanya, jumlah tenaga medis yang ada di puskesmas tersebut hanya berjumlah 11 orang. Sementara jumlah masyarakat Siompu Barat berjumlah lebih dari 11 ribu jiwa. Artinya satu tenaga medis di Siompu Barat ini melayani 1000 orang penduduk.
“Namun melalui kesempatan ini, kami berharap kepada Bupati dan wakil Bupati muda-mudahan dalam penempatan pegawai negeri kedepan untuk dikecamatan siompu Barat apakah itu pendidikan maupun kesehatan tolong kami diperhatikan,” harapnya.

Selain itu, Kata dia, sejak berdirinya puskesmas tersebut 30 tahun lalu, puskesmas Siobar juga ini tak memiliki tenaga opoteker. Ia khawatir jangan sampai terjadi kesalahan resep saat memberi obat kepada pasien. “Jika ini terjadi maka yang akan disalahkan nantinya adalh kepala dinas kesehatan Busel. Karena sampai dengan hari ini kita belum pernah diberikan tenaga opteker. Nah untuk itu dalam masalah lis obat itu hanya berdasarkan pengalaman, bukan dari spesifik ilmu. Tolng kedepan untuk kecamatan Siompu barat diberikan tenaga opoteker dan dokter,” paparnya.

Senada dengan Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat. Kata dia, sebagus dan sebaik apapun puskesmas atau rumah sakit yang dibangun, namun itu bukan seperti hotel tempat orang menginap. Sebab semua orang menginginkan untuk sehat. “Kita berdoa supaya kita dijauhkan dari puskesmas. Jadi tidak usah merasa bangka seperti yang disampaikan oleh pak sekcam. Kalau pun dia bagus karena kita berusaha untuk berbuat yang terbaik, karena kita ingin kualitasnya yang bagus-bagus semua. Tapi saya tidak inginkan masyarakat dan keluarga saya ramai-ramai mau datang tidur dipuskesmas ini,” kata Agus saat memberikan sambutannya.

Terkait dengan tenaga honer, lanjutnya, kabupaten Buton Selatan baru memiliki satu orang tenaga apotekeryang bersatatus PNS. Itupun juga berasal dari kalangan keluarga yakni Wa Ode Yuliarsi. Pasalnya, kebanyakan dari masyarakat busel memilikh untuk melanjutkan pendidikan di bidang keguruan bukan kesehatan.

“Jadi mulai dari sekarang kalu bisa diajak juga anak-anak kita untuk mengambil jurusan yang kurang di Busel. Sehingga pada saat bersaing dalam berkompetisi itu lebih mudah diterima. Kalau tenaga perwat tadi untuk batauga itu ada 40 lebih. Kita coba lihat, kalau ada yang berasal dari siompu dan siompu barat kita kirim disini supaya bisa mengurus keluarga yang ada disini,” tambahnya.

Ia berharap agar dinas kesehatan lebih menerapkan penyuluhan tentang pentingnya kesehatan agar masyarakat lebih mengetahui dan mengerti kesehatan. “Seperti pada masa khalifah saat itu. Salah satu pakar kesehatan islam kita lebih mengajarkan kita untuk mencegah kesehatan. Sehinggga pada masa itu dokter dan tabib tidak laku, karena masyarakat tahu menjaga itu. Karena sesungguhnya obat terbesar yang telah dianugrahkan tuhan itu dalh makanan. Makanlah disaat engkau lapar berhentilah disaat engkau kenyang dan minumlah disaat engaku dahaga,” tutupnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment