Bantuan Siswa Miskin Disunat

Kasek : Itu Sumbangan!

LABUNGKARI – Baru sebulan lalu Wakil Bupati Buton Tengah, La Ntau dengan tegas mewarning agar bantuan siswa miskin yang kini dikenal dengan Program Indonesia Pintar (PIP) wajib diserahkan sepenuhnya kepada penerima bantuan.

Himbauan wakil bupati buteng ini ternyata tidak begitu diindahkan di SMAN 5 Lakudo. Nyatanya orang tua siswa sudah ada yang mengeluh karena adanya pemotongan dana PIP yang nilainya mencapai separuh nilai bantuan.

“Seharusnya kita terima Rp 750 ribu tapi tinggal Rp 350 ribu, kita sempat bingung soalnya tidak ada pemberitahuan awal terkait pemotongan ini,” kata salah satu orang tua murid yang namanya tak ingin dikorankan.

Pemotongan tersebut dilakukan pihak sekolah dengan alasan dibagi kepada siswa lain yang tidak mendapatkan dana PIP. Pihak sekolah juga berdalih pemotongan tersebut digunakan untuk membayarkan pembelian baju seragam olahraga siwa kelas 1 SMPN 5 Lakudo yang baru masuk.

“Saat pembagian itu sempat kami mengadakan protes terhadap pemotongan dana tersebut namun melihat dengan alasan yang dikatakan kepala sekolah, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga kita ikuti saja apa yang dibilang kepala sekolah kita mau apa mereka juga yang urus dana PIP ini,” sesalnya.

Hal senada juga diungkapkan orang tua siswa IR. Ia mengaku sempat menyampaikan keberatan kepada ketua komite sekolah, namun tidak ada penjelasan yang banyak dari komite sekolah. “Pikiran kami potongan itu tidak terlalu banyak namun pas kami terima, kita hanya dikasih Rp 400 ribu bahkan ada yang menerima Rp 350 ribu,” katanya.

Kepala SMAN 5 Lakudo Amrin SPd, membenarkan adanya potongan tersebut namun. Kata dia, pemotongan tersebut merupakan sumbangan dari orang tua siswa.

“Sumbangan itu sudah melalui rapat bersama seluruh orang tua penerima bantuan dan ketua komite sekolah, H Samsul. Dalam hasil rapat itu, seluruhnya bersedia dan tidak satupun mengajukan keberatan,” katanya.

Menurut Amrin, dana PIP sebenarnya hanya diberikan kepada pelajar yang punya nomor rekening dari pemerintah pusat. Kondisi yang ada di sekolahnya, masih banyak siswa miskin namun tidak menerima bantuan itu.

Makanya, lanjut Amrin, dana yang disumbangkan selanjutnya dimanfaatkan untuk siswa miskin lain yang tidak menerima bantuan. “Masih ada 10 orang siswa lain dari daftar penerima PIP itu yang memang layak bantuan, namun tidak teregister. Makanya dari hasil sumbangan itu masing-masing dari mereka kita berikan Rp 200 ribu. Sisanya, dana sumbangan itu kita langsung belikan pakaian olahraga buat anak kelas VII serta sisanya itu untuk biaya administrasi dan transportasi waktu mengurus pencairan di salah satu bank di Buteng,” tambahnya.

Diakui pemotongan dana PIP untuk sumbangan itu tidak dikordinasikan kepada dinas pendidikan. Mengingat hal itu merupakan kesepakatan bersama dengan komite sekolah.

Untuk diketahui, jumlah penerima dana PIP SMPN 5 Lakudo 35 orang. Dari jumlah itu, 14 orang menerima bantuan hanya menerima Rp 300 ribu dan 21 orang lainnya hanya menerima bantuan dana bantuan Rp 400 ribu. Setelah dijumlahkan dengan 10 penerima tambahkan, jumlah keseluruhan penerima bantuan sebanyak 45 orang. (Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment