La Bakry Kembali Nahkodai KONI Buton

PASARWAJO- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton tuntas menggelar musyawarah daerah (Musda), Senin (13/11). Hasilnya, La Bakry kembali terpilih sebagai Ketua KONI periode 2017-2021 secara aklamasi pada forum yang dihadiri seluruh pengurus cabang olahraga itu.

Sebagai Ketua Koni Buton terpilih La Bakry berjanji akan meningkatkan prestasi olahraga daerah utamanya atlet daerah agar dapat tampil pada ajang tingkat provinsi hingga nasional.

“Kita harap atlet kita juga dapat tampil diajang nasional tidak perlu pakai atlet sewaan,” ujarnya.

Untuk itu melalui Koni, kedepan setiap atlet lokal untuk semua cabang olahraga akan dibina, meski dengan anggaran yang terbatas.

La Bakry tidak menampik jika pembinaan atlit kerap terkendala anggaran. Hanya saja, hal itu tidak lantas membuat gelar juara atlet Buton haru melempem. Koni tidak bisa dibiayai secara rutin dari APBD tapi biaya untuk Koni di titipkan di Dikmudora.

“Anggaran nanti dicarikan solusinya. Jelasnya prestasi harus meningkat,” katanya sembari menyebut jika capaian Porprov lalu, yakni 12 emas, 22 perak dan 36 perunggu harus bertambah.

Dia menambahkan, Musda merupakan ajang konsolidasi dan revitalisasi sehingga cabor nanti dapat diikutkan di tingkat Provinsi ataupun PON juga mengonsolidasikan program pembinaan atlit berprestasi.

“Mari menyiapkan anak-anak muda Buton untuk mengembangkan bakatnya dan mengukir prestasi olahraga,” urainya.

Ditempat sama, Wakil Ketua KONI Sultra, Elvis Basri Uno, menghimbau agar KONI daerah harus lebih fokus pada pembinaan atlet. Pun demikian dengan dukungan anggaran, harus di perhatikan oleh pemerintah daerah.

“Anggaran cabor setidaknya bisa dibantu APBD,” pintanya.

Ia menyebutkan, usai Musda KONI Buton, di Sultra kini tersisa tiga daerah yang belum melaksanakan pergantian kepengurusan yakni, Konawe Utara, Muna dan Bombana. Untuk prestasi olahraga, Elvis Basri memuji atlit asal Buton, terutama di beberapa cabang olahraga seperti dayung.

“Itu harus terus dibina supaya kelak atlit Buton bisa sampai ke Pelatnas dan menjadi kebanggan daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Panitia pelaksana Kadis Dikmudora Buton, Diwangga mengatakan pelaksanaan musyawarah olahraga Koni dilaksanakan sekali dalam empat tahun berdasarkan UU no 3 tahun 2005.

“Ini untuk masa bakti 2017-2021, pesertanya dari induk cabang olahraga sebanyak 26,” ujarnya.

Dia menambahkamn, pada Pekan olahraga nasional Sultra, Buton meraih enam medali emas, empat perak dan empat perunggu. Perolehan medali emas disumbangkan cabor dayung satu dari cabor sopol.

Untuk perak disumbangkan dari dayung satu sari bela diri kempo. Sedangkan perunggu dari dayung, silat dan taekwondo.

“Bela diri sangat potensial, agar dipembinaan sehingga dapat melahirkan atlit yang handal nanti diikutkan pada POR di Papua,”ujarnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment