LPKP Laporkan Kades Wawaoangi

BATAUGA-Kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang dilakukan kepala Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, La Ode Abdul Halim telah resmi dilaporkan di Polres Buton oleh Lembaga Pemberhati Kebijakan Publik (LPKP) Sultra beberapa waktu lalu. Pihak Polres Buton mengaku akan menindak lanjuti kasus tersebut.

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman SIK melalui Kasat Reskrimnya AKP Iksanuddin mengatakan, Senin (13/11) pihaknya menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprindik) terkait kasus dugaan tipikor terhadap kepala Desa Wawoangi, Kecamatan Sampoawa, La Ode Abdul Halim.

“Kemungkinan besok saya perintahkan untuk membuatkan Sprindiknya itu,” ungkap Iksanuddin saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Minggu (12/11).

Ia mengaku bakal menindak lanjuti kasus yang dilaporkan oleh LPKP itu. Hanya saja, sebagian anggota penyidik tipikor polres Buton sedang melakukan pengejaran tersangka kasus korupsi dana desa yang dikabrakan berada di Papua, Irian. “Yang tertinggal ini satu orang saja, sedangkan disana itu tiga orang yang untuk penangkapan disana, muda-mudahan dapat pelakunya. Nanti balik anggota saya baru kami tindak lanjuti kasus ini,” paparnya.

Menurutnya, kasus kepala desa Wawoangi, La Ode Abdul Halim yang dilaporkan oleh LPKP masuk dalam perbuatan tindak pidana korupsi (tipikor). Namun pihaknya akan melakukan pembuktian lebih dalam. “Untuk surat pemberitahuan kepada terlapor itu belum ada karena anggota ini kebanyakan lagi berangkat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Pemberhati Kebijkan Publik (LPKP) Sultra, La Ode Tuangge menemukan sejumlah pekerjaan fiktif dalam laporan pertanggungjawaban keuangan dana desa (DD) tahun 2016 di desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa. Bukan hanya itu, sejumlah item pembelanjaan juga diduga dimarckup oleh kepala desa setempat, La Ode Abdul Halim.

“Pertama itu pekerjaan talud penahan tanah. Jadi speknya seperti pembelian semen seharga 60 zak sesuai dengan SPJ nya. Dan harga satuan barang itu seharga Rp 98 ribu. Nah ini ada indikasi marckapnya,” kata Tamrin sapaan akrab La Ode Tuangge, saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya beberapa waktu lalu.

Saat berusaha dikonformasi, Kades Wawoangi, La Ode Abdul Halim enggan mengangkat telponnya. Bahkan sebulum ditelpon, wartawan ini terlebih dulu memperkenalkan diri melalui pesan singkat dengan harapan Abdul Halim mau memberikan kklarifikasinya terkait dengan kasus tersebut.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment