Masyarakat Siompu ‘Dihantui’ Darah Tinggi

BATAUGA-Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Buton Selatan (Busel), mayoritas masyarakat Siompu Barat (Siobar) menderita penyakit Hiper Tensi atau darah tinggi. Hal itu dikatakan Kepala dinas Kesehatan Busel, Dr Darwis Makka.

Kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, Kecamatan Siompu Barat merupakan salah satu kecamatan di Busel yang penduduknya mayoritas menderita penyakit Hiper Tensi atau darah tinggi. Karena itu ia meminta kepada masyarakat setempat untuk menerapkan gerakan masyarakat sehat (Germas).

“Jadi saya saya sampaikan bahwa makanlah makanan begii. dalam hal ini setiap hari itu harus makan buah dan harus berolah gara. Minimal 30 menit dalam satu hari mengurangi konsumsi garam dan kolesterol dan tentunya kurangi rokok,” kata Darwis saat melaporkan hasil pembangunan rahabilitasi Puskesmas Siompu Barat belum lama ini.

Selain darah tinggi, lanjutnya, penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Siobar adalah malaria. Namun kebanyakan penyakit ini diderita oleh masyarakat perantau dari Papua, “Sejak dua bulan lalu ini sudah menjadi program dinas kesehatan bahwa di Siompu Barat ini kami akan melakukan radikasi malaria. Tahun lalu angkanya tinggi tapi bukan penduduk asli,” ungkapnya.

Ia mengaku, sejak dua bulan lalu pihaknya telah melakukan langka pemeriksaan guna mengidentifikasi para masyarakat yang positif terjangkit penyakit tersebut. “Kalau yang positif terjangkit penyalit malaria maka kita obati kalau yang tidak kami berikan bantuan kelambu suapaya tidurnya tidak terganggu oleh penyakit malaria,” imbuhnya.

Menyikapi hal itu, Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat meminta kepada masyarkat Siobar untuk mengatur pola makan dan kurangi mengkonsumsi ikan asin dan sering berolah raga. Sebab dengan berolah raga kandungan garam yang ada dalam tubuh akan keluar melalui keringat. “Kenapa keringat kita ini asin, karena memang keringat ini mengeluarkan cairan kandungan garam ditubuh kita. Selama ini yang kita lakukan hanya makan tidur akhirnya garamnya menumpuk ditubuh, akhirnya hipertensi,” kata Agus.

Menurutnya, penyakit keturan itu tidak ada. Penyakit itu timbul karena pola hidup yang kurang teratur. Dengan demikian ia meminta kepada dinas kesehatan agar lebih banyak melakukan sosialisasi agar penyakit tersebut berkurang. tutupnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment