Pembangunan Jembatan Desa Lawele Dilaksanakan Sesuai Perencanaan

BAUBAU-Sejumlah Warga Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton mengklarifikasi berita terkait dugaan kesalahan dalam pembangunan jembatan. Para warga yang mengaku dari empat dusun di Desa Lawele masing masing, Ade Nur, Dusun Lawele, Nurdin dari Dusun Lawunta, Husen, Dusun Kawuna Wuna, Arif, Dusun Kalende dan Abudin, Dusun Lawele.

Para warga merasa keberatan dengan tudingan beberapa warga lainnya yang menyebut pembangunan jembatan layang sepanjang 24 meter tak sesuai perencanaan awal.

Kepada wartawan, para warga mengaku heran dengan adanya informasi dugaan kesalahan daalam pembangunan jembatan tersebut. “Intinya, kami datang mengkalrifikasi pemberitaan yang menyatakan pembangunan jembatan layang tak sesuai perencanaan,” kata salah satu warga Desa Lawele (11/11).

“Jembatan itu dibangun oleh warga setempat dan sudah sesuai perencanaan, kalau ada yang meyatakan pembangunan jembatan di Desa Lawele, tidak sesuai rencana, maka itu tidak benar,” kata Nurdin, warga Dusun Lawele.

Hal yang sama diungkapkan Arif. Kata dia, sejauh ini, pelaksanaan program pembangunan di Desa Lawele masih berjalan dengan baik, karena kepala desa sudah berupaya melakukan pemerataan pembangunan di semua dusun.

Para warga menilai informasi yang menyebut pembangunan jembatan tak sesuai rencana, terkesan mengada ada dan berpotensi merusak reputasi Syamsuddin sebagai kepala desa. Sekedar diketahui, Syamsudin baru menjabat empat tahun sebagai Kades Lawele, dan baru akan berakhir masa jabatannya pada 2020.

Selain berpotensi merusak ruputasi kepala desa, warga juga menilai tuduhan yang dialamatkan kepada kepala desa merupakan pencemaran nama baik. Karena itu, para warga merasa perlu melakukan klarifikasi langsung atas pemberitaan sebelumnya, karena tidak hanya terjadi informasi yang bias, tetapi juga menagndung unsur pencemaran nama baik pimpinan di desa.

“Jadi kami dengan tegas menyatakan, pembangunan jembatan di desa kami tidak bermasalah, dan tidak benar kalau ada yang menyebut Kepala Desa mengelola sendiri anggaran pembangunan tersebut,” kata warga lainnya.

Hal yang sama diutarakan Nurdin, warga Dusun Lawunta. Menurutnya, selama kepemimpinan Syamsuddin di Desa Lawele, seluruh program pembangunan di desa berjalan normal.

“Bahkan pak kepala desa yang baru empat tahun ini berupaya melakukan pemerataan pembangunan di empat dusun di Desa Lawele,” katanya.

Kendati demikian, para warga menyatakan, sebagai manusia biasa, Syamsudin sebagai kepala desa tentu dalam pelaksanaan program pembangunan tidak mungkin sempurna. “Pasti adalah kekurangan, tetapi jangan karena kekurangan sedikit baru luapa yang baik baiknya dan menuding kepala desa berbuat yang tidak tidak,” kata warga lainnya.

Menurut warga, Syamsuddin selama empat tahun jadi pemimpin di Desa Lawele telah banyak berpuat dalam pembangunan desa. Sejumlah kegiatan yang direncanakan, baik yang didanai ADD dan Dana Desa sudah berjalan dengan baik.

Diantaranya, pembangunan sarana air bersih, polindes, jalan setapak, sanggar budaya dan kegiatan pembangunan lainnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment