Pendapatan Samsat Capai Rp 26 Miliar

BAUBAU- Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Samsat Kota Baubau terus meningkatkan kinerja untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga Oktober, Samsat telah mencatat PAD dari kendaraan bermotor senilai Rp 26 miliar.

Kepala UPTB Samsat Kota Baubau, Edy Muthalib menjelaskan target PAD yang diusulkan Samsat Kota Baubau senilai Rp 31,5 miliar tahun 2017. Artinya, masih ada sekitar Rp 5,5 miliar lagi untuk mencapai target yang ada.

Penerimaan tahun 2017 ini diakui lebih tinggi dari tahun 2016 lalu. Tercatat sepanjang 2016 hanya Rp 25 miliar PAD yang berhasil dikumpulkan UPTB Samsat Kota Baubau.

“Tahun ini meningkat dibanding tahun 2016 lalu. Makanya target kita naikkan hingga Rp 31,5 miliar dengan rincian pajak kendaraan bermotor Rp8,5 miliar, pajak balik nama kendaraan bermotor Rp21,2 miliar, tunggakan pajak kendaraan bermotor Rp1,3 miliar, dan denda pajak kendaraan bermotor Rp500 juta,” tukasnya.

Mengenai posisi realisasi PAD per 31 Oktober sebesar Rp 26 miliar, Edy mengurai penerimaan terbesar dari pajak balik nama (BBN) kendaraan bermotor yang sudah dicapai sebesar Rp 15 miliar. Disusul pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 9 miliar. Selanjutnya tunggakan pajak kendaraan bermotor sebesar 1,5 milar dan terakhir denda pajak kendaraan bermotor diposisi Rp 176 juta.

Edy menjelaskan kontribusi terbesar dari BBN karena tarif yang dikenakan sebesar 12,5 persen dari harga jual objek. Misalnya truck pajak BBNnya bisa mencapai Rp 30 hingga Rp 40 juta sedang kendaraan pribadi bisa mencapai Rp 3 hingga Rp 4 juta.

“Memang BBN ini sedikit saja objeknya tapi pajaknya lumayan tinggi, makanya BBN ini yang berkontribusi besar. Sedang PKB itu hanya 1,5 persen dari harga jual kendaraan, apalagi denda hanya dua persen dari pokok pajak. Tapi walaupun kecil tapi tetap ada kontribusinya,” bebernya.

Ditanya mengenai rincian pemutihan pajak yang saat ini masih berjalan, Edy mengaku Rp 26 milyar PAD hingga Oktober itu sudah terinclude secara keseluruhan. Tidak ada pemisahan antara pemutihan pajak yang diberlakukan Oktober dengan pajak dibulan sebelumnya.

“Jadi semua pajak dari Januari hingga Oktober terinclude secara otomatis. Jadi tidak dipilah bahwa pemutihan pajak besaraannya sudah berapa, tapi terinclude dari awal Januari 2017,” tandasnya.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment