Kepala SMAN 4 Sebut Siswa Alami Krisis Moral

BAUBAU- Kepala SMAN 4 Baubau Drs Arif Tasila meyayangkan merosotnya nilai moral disertai tata krama dan etika dikalangan siswa. Menurutnya hal itu disebabkan peraturan yang ada saat ini tidak memihak pihak sekolah dalam mendidik siswa.

Misalnya adanya peraturan yang melarang pihak sekolah untuk memarahi anak didik meski demi kebaikan sang anak.

“Sekarang kalau kita marahi siswa sudah tidak boleh lagi, sehingga siswa semakin kurang ajar,” tuturnya.

Yang Lebih menyakitkan lagi, kata dia, ketika siswa dimarah, siswa tersebut langsung mengadu ke orang tuanya bahkan lapor ke pihak berwajib. Laporannya terkadang merugikan pihak sekolah.

“Katanya (pengakuan siswa, red) dipukulah, di marahai lah. Padahal itu dilakukan untuk kebaikan anak itru sendiri,” keluhnya.

Menurutnya kondisi tersebut berbanding jauh dengan beberapa tahun sebelumnya. Dahulu, kata dia, siswa sangat disiplin, masuk kelas memberi salam, pulang sekolah dengan tertib, kemudian takut berbuat salah dengan guru. Sedangkan saat ini, sikap disiplin sudah tidak dimiliki siswa.

Karena itu, lanjut dia, terkadang pihak sekolah bersikap acuh kepada siswanya sendiri.

“Kami guru sudah acuh terhadap prilaku apa yang dilakukan anak, prinsip kami terserah siswa mau belajar, mau bolos terserah saja, yang penting tugas dan tangungjawab sudah kami laksanakan,” tutur Arif Tasila.

Menurutnya, jika kondisi itu tidak bisa ditanggulangi dengan segera, maka akan berdampak pada masa depan sang anak di 10 sampai 20 tahun yang akan datang.

Untuk menyelamatkan krisis moral penerus bangsa, kata dia, perlu peran serta orang tua termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kemudian Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau harus memiliki regulasi aturan seperti PO 5 untuk benar-benar di tanamkan di hati siswa. (Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment