Penyebab Ketua PN Baubau Coba Bunuh Diri

* Diduga Depresi Sejak Diperiksa MA

Baubau – Ketua Pengadilan Negeri Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Joko Saptono nyaris merenggang nyawa atas ulahnya sendiri. Joko ditemukan bersimbah darah oleh istrinya di rumah dinas Ketua PN Baubau, jalan Jambu Mete, Kelurahan Batulo, Kecamatan Wolio sekira pukul 03.00 WITA.

Aparat kepolisian yang mendapat laporan langsung dari istri Joko segera menuju kediaman Joko. Joko yang saat itu ditemukan sudah berlumuran darah akibat benda tajam pisau cutter di pergelangan tangan serta perut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siloam untuk mendapatkan perawatan intensif.

Terkait kejadian tersebut, pihak Mahkamah Agung sudah mendapatkan laporan perihal kejadian yang menimpa Joko. Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Abdullah yang dikonfirmasi mengatakan, Joko diduga mengalami depresi sejak diperiksa oleh Badan Pengawas (Bawas) MA.

“Informasinya mulai depresi karena ada pemanggilan dari Bawas,” kata Abdullah yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (14/11).

Akan tetapi, Abdullah enggan membeberkan pelanggaran apa yang telah dilakukan oleh Joko sehingga dirinya diperiksa oleh Bawas MA. “Jadi, ada laporan internal dari pengadilan dan Bawas. Ini kan menindaklanjuti semua laporan, jadi laporan sekecil apapun akan ditindaklanjuti,” sambungnya.

Lebih lanjut, dalam perjalan karirnya selama 23 tahun menjadi Hakim, Joko merupakan salah satu hakim teladan dan tidak memiliki rekam jejak yang tidak baik. Panggilan yang dilayangkan oleh Bawas juga masih sebatas laporan dan belum mencukupi bukti apakah Joko melakukan pelanggaran atau tidak.

“Kalau soal dipanggil Bawas ini masih sebatas laporan yang ditindaklanjuti, karena ini juga kan belum terbukti, baru laporan saja,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Kendari, Gatot Suharnoto membantah dugaan bunuh diri Ketua PN Baubau disebabkan pemeriksaan MA. Menurutnya, pemeriksaan MA kepada PN Baubau merupakan pemeriksaan rutin tiap akhir tahun.

“Memang ada pemeriksaan dari MA, tapi itu merupakan pemeriksaan biasa yang merupakan kewajiban evaluasi akhir tahun yang bersifat reguler atau rutin. Jadi saya kira tidak ada masalah dengan itu,” kata Gatot Suharnoto ditemui di rumah dinas Ketua PN Baubau, Selasa (14/11).

Gatot tak mau berspekulasi lebih jauh apakah aksi itu merupakan aksi bunuh diri atau tidak. Pihaknya menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki motif dibalik semua kejadian yang menimpa Ketua PN Baubau itu.

“Intinya saat ini saya mengharapkan doa kepada semua, mudah-mudahan Ketua PN Baubau bisa kembali bersama. Karena kondisi terakhir menurut informasi masih belum siuman,” tandasnya.

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman mengenai kasus tersebut. Sebab, tidak ditemukan tanda kerusakan dibeberapa pintu masuk rumah dinas itu.

“Kami belum bisa simpulkan apakah ini aksi bunuh diri atau tidak. Dugaan sementara memang nampak seperti aksi bunuh diri karena tidak ada tanda kerusakan apapun di beberapa pintu masuk. Setelah pemeriksaan saksi dan barang bukti maka akan kita simpulkan,” tukasnya.

AKBP Daniel mengurai saat ini pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya baju yang terkoyak, sarung, dan tiga benda tajam yakni gunting, pisau dan cutter. Kendati begitu, pihaknya masih mendalami apakah benda tajam itu yang digunakan atau tidak.

Selain barang bukti, pihaknya juga telah meminta keterangan tiga orang saksi. Diantaranya istri Ketua PN Baubau dan dua anggota polres yang menemukan pertama kali korban saat bersimbah darah.

“Jadi kita cocokkan dulu, kita menunggu hasil pemeriksaan saksi dan hasil sidik jari apakah benda tajam itu milik orang dalam rumah ataupun orang lain. Kita akan tahu setelah dilakukan pemeriksaan nantinya,” jelasnya.

Lebih lanjut AKBP Daniel menjelaskan kronologis kejadian. Berdasarkan laporan, dalam rumah dinas tersebut hanya dua orang yakni Ketua PN dan istrinya. Pada pukul 02.30 wita, istri korban berteriak minta tolong dan kebetulan ada dua anggota Polres yang sedang patroli.

Dua anggota polisi ini kemudian mendatangi dan melihat korban sudah dalam keadaan terluka parah. Melihat kondisi tersebut, anggota kepolisian langsung melakukan pertolongan pertama dengan dibawa ke RS Siloam tak jauh dari tempat kejadian perkara.

“Lukanya dari keterangan, bagian lengan kiri dan bagian perut. Kalau usus keluar seperti yang kabar yang beredar itu kita akan lihat secara detail. Memang lukanya cukup parah tapi tertutup pakaian pada waktu itu,” bebernya.

Pria dengan dua melati dipundaknya ini juga mengurai kondisi Ketua PN diketahui pertama kali oleh istrinya. Saat itu, Ketua PN Baubau masih sempat membangunkan istrinya bersamaan dengan dua anggota yang melintas.

Mengenai kondisi terakhir Ketua PN Baubau, AKBP Daniel mengaku sudah berangsur membaik. Kata dia, Ketua PN telah melakukan operasi selama tiga jam mulai pukul 12.00 wita hingga 15.00 wita.

(Kepton Pos/My)

You might also like More from author

Leave a comment