Seorang Warga Busel ODP Covid 19

BATAUGA– Satu orang warga Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga, Buton Selatan, H La Sultra masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP). Dia dicurigai terpapar virus corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Busel La Ode Budiman, membenarkan informasi tersebut. Kata dia warga yang dicurigai sementara dalam proses pengawasan tim medis Satgas corona Busel.

Menurut dia, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut secara medis dan akan diperiksa sampel darahnya ke Laboratorium. Untuk di Sultra RSUD Bahteramas Kendari yang menjadi satu-satunya rumah sakit di Sultra menangani pandemi virus corona.

“Iya tadi diperiksa dengan hasil kondisi umum pasien baik, tidak sesak hanya demam dan sekarang masih dalam pengawasan di rumah,” katanya ketika dikonfirmasi.

Untuk memastikan kondisi warga yang masih menjadi ODP ini, pihaknya melakukan penegakan diagnosa pasti yang akan di lakukan melalui uji laboratorium.

“Jadi untuk sementara baru sebagian dari gejala dan semoga saja tidak seperti yang dicurigai, jadi sekarang masih dalam pemantauan, ” katanya.

Sementara pasien tersebut masih dikarantina mandiri untuk tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain. “Jadi sementara dilakukan karantina mandiri di rumahnya,” ujarnya.

Ia berharap warga Busel khususnya tidak panik dengan hal tersebut. Tetap tenang dengan menjaga kesehatan serta membudayakan pola hidup sehat dan selalu waspada dalam menjalani aktifitas. Serta menghindari kerumunan massa.

Warga ODP ini baru saja pulang merantau di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau 9 Maret lalu. La Ode Budiman mengatakan Pemkab sudah membentuk tim satgas penanganan pencegahan corona.
Tiap OPD secara teknis akan ada peran tersendiri sesuai tupoksinya. Sehingga ini bisa dilakukan pecegahan secara bersama-sama virus corona masuk di Busel.

Kata Budiman, secara teknis Pemkab berupaya bagaimana semaksimal mungkin untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona masuk di wilayah Busel.

Meskipun diakui, sebagian besar masyarakat Busel perantau dibeberapa daerah di Indonesia. Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan dan pemantauan sesuai ketentuan yang dalam proses penanganan virus corona.

Ia juga mengharapkan, jika ada warga, pejabat daerah, pejabat eselon II, III dan Iv yang melakukan perjalanan dinas luar daerah baik melalui pesawat dan kapal laut harus dipastikan bersih dari virus corona. Karna itu mestinya langkah awal harus dikarantina secara mandiri di rumah. Dengan tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain disekitaranya.

“Jika ada indikasi ada riwayat keluar daerah dan selama 14 hari masa incubasi ini ada gejala maka harus ada karantina mandiri dulu. Harus ada isolasi di rumah sendiri. Sehingga tidak ada kontak dengan dunia luarnya. Sehingga masa incubasi jika ada indikasi positif muncul gejala maka dia harus dilakukan pemeriksaan kesehatan dalam hal ini rumah sakit untuk dilakukan diagnosa,” katanya.

Saat ini untuk fasilitas kesahatan di Busel penanganan corona menggunakan rumah sakit umum Busel dan fasilitas puskemas di tiap kecamatan. Untuk rujukan secara nasional di Sultra itu hanya Bahteramas.

“Jika ada ditemukan indikasi tetap akan ada pendampingan petugas kesehatan dari Busel,” katanya.

Karantina mandiri itu dimaksudkan agar memutuskan mata rantai atau indikasi supaya tidak ada penyebaran kontak dengan warga lainya.

Menurutnya, memang ini erat kaitanya dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yakni cuci tangan pakai sabun melalui media promosi dan sosialisasi perpanjangan tangan dinas melalui puskesmas, posyandu dan polindes.

“Intinya masyarkat sebenarnya sudah banyak tahu soal bagaimana langkah-langkah pencegahan virus ini dengan sadar menciptakan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Sementara itu, Sekab Busel, La Siambo mengatakan, menindaklanjuti Kepres nomor 7 tahun 2020 tentang virus corona maka Pemkab Busel membentuk tim satuan gugus untuk memutuskan mata rantai pencegahan penanganan virus corona masuk di Busel.

Menurut Ketua Tim Satuan Gugus ini, Pemkab Busel sudah melakukan beberapa langkah untuk menangani dan memutuskan mata rantai virus corona ini. Salah satunya larangan perjalanan dinas keluar daerah para pejabat (anggota DPRD), pejabat eselon II dan III serta seluruh ASN.

Pihaknya juga dalam hal ini lingkup ASN sudah disampaikan dalam apel pagi soal pencegahan penanganan virus corona. Sudah disebarkan penyampainya untuk libur ASN. Namun khusus eselon II dan III tetap berkantor. Sedangkan eselon IV dan staf tetap kerja tapi berkantor di rumah dalam waktu yang belum ditentukan.

“Jadi jika dalam waktu 14 hari ini masih ditemukan maka akan diperpanjang waktu liburnya, yang jelas ketika dibutuhkan maka wajib datang dikantor,” katanya.

Sedangkan untuk sekolah mulai dari tingkat TK, SD dan SMP sudah diliburkan sejak Senin (16/3). Informasi libur sudah disampaikan melalui aplikasi whatshap MKKS. Selasa (17/3) libur sekolah ini merupakan libur nasional penanganan corona. Namun Pemkab Busel juga sudah menerbitkan SK Bupati soal libur sekolah.

“Untuk anak sekolah yang melaksanakan ujian nasional tetap berjalan normal,” katanya ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3), lalu.

Antisipasi di tiap-tiap wilayah kecamatan, tim satgas juga sudah rapat koordinasi bersama camat tujuh kecamatan di Busel. Para camat bekerja sama dengan kades agar memantau perantau warga Busel yang pulang kampung.

Sebab sebagian besar warga Busel merupakan perantau luar negeri, Indonesia Barat dan bagian timur. Olehnya itu tiap pelabuhan diinstruksikan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis yang disiagakan dari Puskesmas masing-masing kecamatan.

“Jadi kita minta para camat/kades untuk mengantisipasi deteksi dini para perantau kita yang baru datang dari luar daerah, kita selalu waspada dini,” katanya.

Kata dia, dinas kesehatan juga sudah menyiapkan tim medis dan posko antisipasi corona di tiap kecamatan yang ada di tiap puskemas.

“Seperti pelabuhan dan terminal dan tempat umum akan disiapkan tim petugas kesehatan. Utamanya pelabuhan diwilayah kepulauan,” katanya.

Hambatan kata Siambo saat ini di Dinkes dan RSUD Busel kelangkaan masker dan antisepti. Pemkab melalui tim satgas sudah mengajukan permintaan ke pemerintah pusat.

“Jadi mascer dan antisepti ini disiapkan di sejumlah fasilitas pemerintah yang memiliki pelayanan publik dan tempat umum,” katanya.

Pemkab juga menunda beberapa agenda atau kegiatan pemerintah yang melibatkan forum banyak undangan atau tamu.

“Jadi ada larangan atau menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk memutuskan mata rantai pencegahan virus corona Pemkab Busel memastikan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan mengumpulkan banyak orang serta kunjungan kerja luar daerah dilarang.

“Lebih baik kita lakukan pencegahan sedini mungkin. Karena itu kita mengharapkan kesadaran kita bersama untuk berpola hidup sehat,” katanya.

Siambo menegaskan, yang paling cegah adalah masuknya warga asing atau perantau di Busel. Makanya tim satgas ini akan bekerja secara maksimal untuk memutuskan mata rantai tersebut.

Salah satu wujud konkrit yang sudah dilakukan Pemkab Busel adalah sosialisasi kepada para ASN lingkup Busel untuk membiasakan berpola hidup sehat dengan mencuci tangan dengan antiseptik atau deterjen.

Sosialisasi itu dihadiri Bupati dan sejumlah kepala OPD dan pejabat eselon III di aula kantor Bupati Busel.

“Tadi kita sudah sosialisasi oleh dari dokter RSUD bagaimana cara cuci tangan, memakai mascer dan berpola hidup sehat,” katanya.

Kata Siambo tiap kantor OPD, Rujab di Busel juga sudah disiapkan antiseptik dan masker yang diberikan kepada pengunjung atau warga yang berurusan di kantor pelayanan pemerintah.

Termaksud difasilitas umum seperti di pelabuhan Kadatua, Siompu, Siompu Barat dan Batuatas.
Ia berharap warga Busel agar tidak panik dengan isu virus corona tersebut.

Namun demikian ia juga berharap warga tetap waspada untuk mencegah secara bersama-sama virus corona tersebut.

“Kita tetap berusaha waspada mencegah dan kita berdoa meminta perlindungan dari Allah SWT, karena yang maha kuasa yang memberikan kita nikmat kesehatan,” tutupnya.

Di sejumlah kantor OPD, Rujab Bupati dan kantor Bupati Busel sudah disiapkan antiseptik dan masker bagi pengunjung di sejumlah kantor di Busel. Aktifitas sejumlah kantor OPD tetap normal begitupun sejumlah jalur penyebrangan menuju wilayah Siompu, Kadatua dan Batuatas. (ADM)

You might also like More from author

Comments are closed.