Bupati Buteng: Ijazah Saya Asli, Sadli adalah Korban Politik yang Dijanjikan Kesejahteraan

LABUNGKARI-Bupati Buton Tengah (Buteng), Samahuddin, memimpin rapat akbar di pelataran kantor Bupati Buteng senin 13 April 2020. Rapat terbuka itu dihadiri seluruh kepala desa, lurah, kepala SKPD lingkup Pemkab Buteng serta para Kapolsek serta Danramil.

Saat memimpin rapat, Samahuddin mengingatkan seluruh ASN Buteng agar melaksanakan tugas dengan jujur, para kepala desa agar berhati hati dalam melaksanakan tugas. Para kepala desa diberi warning agar tidak menyalahgunakan dana desa, karena hukuman penjaranya seumur hidup. Demikian pula penggunaan anggran pencegahan covid-1

9. 

Samahudin tidak hanya mewarning para ASN agar tetap bekerja dengan baik, tapi juga membuat kejutan dengan membacakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Polda Sulsel terkait laporan dugaan penggunaan ijazah palsu.

Berdasarkan SP2HP tersebut, diketahui bahwa pelapor bernama La Ane. La Ane melaporkan Samahuddin di Maolda Sulsesl pada tanggal 30 Nofember 2019. Nama Muh. Saleh Ganiru, La Ode Saharuddin, dan La Munawir juga tercantum sebagai saksi pelapor.

Namun setelah dilakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan gelar perkara pada 20 Maret 2020, Polda Sulsel tidak menemukan unsur pelanggaran sesuai pasal 263 KUHP. Berdasarkan fakta fakta yang ada saat gelar perkara itu, Polda Sulsel kemudian menghentikan proses penyelidikan kasus tersebut, karena unsur pasal 263 KUHP tidak terpenuhi.

“Surat ini jelas kalau ijazah saya itu asli dan tidak mengada-ada, selama ini saya hanya diam saja ketika ada yang selalu mengkritisi semua kebijakan yang saya buat. Namun karena kritikan yang di tujukan kepada saya bukan lagi persoalan kinerja, makanya saya melawan, kalau menyoroti kinerja, saya akan terima dan kita duduk bersama untuk bicarakan yang terbaik demi daerah,” katanya.

Samahuddin juga mejelaskan terkait kondisi Sadli yang divonis 2 tahun penjara terkait UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Menurut La Ramo, Sadli adalah korban politik yang dijanjikan kesejahteraan yang lebih baik. Sebagi buapti sekaligus orang tua, Samahuddin mengaku telah memaafkan Sadli karena telah berkata jujur dan mengakui kesalahannya.

Saat itu juga Samahudin langsung memanggil istri Sadli bernama Siti Marfuah (34) untuk diaktifkan kembali bekerja sebagai honorer di sekretariat DPRD Buteng. Samahuddin langsung menyerahkan SK honorer kepada Istri Saleh beserta uang tunai Rp.5 juta guna meringkankan beban keluarga.

Samahuddin mengatakan kehidupan Siti Marfuah dan keluarganya telah terzalimi. Meski demikian, Samahuddin meminta kepada istri Sadli Saleh itu untuk tetap sabar menghadapi cobaan yang diterimanya.

“Sabar yaa. Saya doakan mudah-mudahan rumah tanggamu kedepan lebih baik lagi. Terima cobaan yang ada dengan lapang dada nanti tuhan yang balas dan memberikan rejekimu untuk kesejahteraan keluargamu,” tutur Samahuddin seraya menyerahkan SK kepada Siti Marfuah. (is)

You might also like More from author

Comments are closed.