O…OOO…KAMU KETAHUAN, Sepenggal Lagu dari Bupati untuk Masyarakat Buton Tengah

DARI awal aku tak pernah percaya kata-katamu, Karena ku hanya melihat semua dari parasmu. Tetapi ternyata dirimu bermain di belakangku. O.ooo…KAMU KETAHUAN….

Eits…! anda yang hobi berkaraoke harus bersabar dulu, jangan keburu ingin berkaraoke, sebab lirik lagu diatas hanyalah sepenggal lagu berjudul “KETAHUAN” yang dititip Bupati Buteng, Samahuddin SE, untuk masyarakat Buton Tengah. “Lagu itu saya titip untuk masyarakat Buteng” tukas Samahuddin saat berdiskusi dengan beberapa tamu yang datang di kediamnnya pada selasa malam (14/4).

Mendengar lagu titipan Samahuddin, spontan saya begitu penasaran. Awalnya, saya mengira kalau Samahuddin sangat mengidolakan grup musik “Matta Band”, karena tiba tiba menitip lagu KETAHUAN itu untuk rakyatnya.

Setelah saya mengikuti rangkain cerita dari diskusi panjang pada malam itu, saya baru mengerti kalau pria yang akrab disapa La Ramo itu, sedang kepincut dengan lagu berjudul KETAHUAN lantaran baru saja memperoleh bukti berupa rekaman pembicaraan, bahwa dirinya sedang mengahadapi situasi politik yang merugikan dirinya. Menurutnya, ada kelompok tertentu yang berupaya melengserkan dirinya dari kursi Bupati Buteng.

Upaya untuk menjatuhkan La Ramo dari jabatannya diduga dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari memanfaatkan orang lain untuk menyoroti kebijakan program pembangunan yang dijalankan pemerintahannya hingga mengusik masalah ijazah dirinya. “Saya ini heran, saya diganggu terus, padahal saya tidak pernah ganggu orang. Sudah cukup me, tiga tahun ini saya bersabar”, tukas Samahuddin.

Dia menambahkan, waktu dirinya dilaporkan ke Polda Sulsel, waktunya yang seharusnya dimanfaatkan untuk mengunjungi masyarakatnya dan meninjau kegiatan program pembangunan, malah tersita untuk pergi ke Makassar mengurusi laporan ijazah palsu yang tidak memiliki dasar.

“Ini kan saya dizalimi, mencemarkan nama baik saya dan juga kampus sebagai lembaga pendidikan, makanya setelah laporan dugaan kasus ijazah saya ini selesai dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) sudah ada, saya harus umumkan kepada masyarakat, bahwa ijazah saya itu asli, sebagaimana yang saya sampaikan saat rapat di pelataran kantor bupati pada hari senin 13 April 2020,” kata Samahuddin.

Untuk diketahui, saat menggelar rapat yang dihadiri para kepala SKPD dan seluruh kepala desa di Buteng, Samahuddin membacakan SP2HP Polda Sulsel terkait laporan dugaan penggunaan ijazah palsu yang dialamatkan pada dirinya. Kasus tersebut dilaporkan oleh La Ane pada tanggal 30 November 2019. Saksi pelapor masing masing, La Ode Saharuddin, La Munawir dan Muh. Saleh Ganiru.

Menurut Samahuddin, setelah SP2HP keluar, dirinya masih memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menyampaikan ke publik, terutama masyarakat Buteng, bahwa ijazah dirinya asli. “Ini bentuk tanggung jawab saya dalam meluruskan informasi dimana saya berkali kali di demo dan diberitakan bahwa saya diduga gunakan ijazah palsu, ini juga sekaligus tanggung jawab moril saya memperbaiki citra kampus yang telah mengeluarkan ijazah saya,” katanya.

Saat memimpin rapat di pelataran kantor bupati, Samahuddin juga berpesan agar masyarakat berhati hati menggunakan sosial media seperti facebook. “Jadi ingat kalau main facebook, kalau kritik terkait jabatan saya silahkan, tapi kalau pribadi saya jangan coba coba masuk dalam wilayah itu, itu biar parang saya hadapi, kalau koreksi tentang kinerja saya sebagai pemerintah, silahkan, mari kita duduk bersama sama demi untuk kebaikan Buton Tengah ini,” ajaknya.(adm)

You might also like More from author

Comments are closed.