DAK Dinas PU Buteng Berkurang 28 Miliar, Dinas Perikanan Habis

LABUNGKARI-Kebijakan Pemerintah pusat yang memotong anggaran pembangunan untuk semua daerah di tanah air akibat pandemi virus corona desiase (Covid-19) berimbas pada berkurangnya anggaran daerah. Di kabupaten Buton Tengah, sekira Rp.60 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) terpotong, sehingga beberapa program pembangunan yang sudah direncanakan harus tertunda.

Bupati Buton Tengah, Samahuddin, menyebut ada Rp.64 Miliar DAK Buteng yang anggarannya batal dikucurkan. Akibatnya, sebagian program pembangunan yang seharusnya dilaksanakan tahun 2020 terpaksa di pending. Sekretaris Dinas PU Buteng, Aminuddin, menyatakan, DAK Dinas PU yang batal dikucurkan pemerintah pusat sebanyak Rp.28 miliar. “Sebagian besar DAK dinas berkurang, bahkan ada yang sama sekali tak punya DAK, kecuali Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang DAK-nya tidak terganggu,” tukas Aminuddin, kepada wartawan.

DAK Dinas perikanan juga demikian. Dinas yang dipimpin Muh Rijal ini bahkan tak kebagian DAK. Program pengadaan kapal untuk nelayan yang seharusnya berjalan tahun 2020 sekira Rp. 3 Miliar dihapus sebagai dampak dari wabah virus corona. Kata Rijal, setiap tahun Buton Tengah mendapat DAK untuk pembangunan sektor kalutan dan perikanan, khususnya pengadaan kapal nelayan.

“Kita programkan pengadaan kapal tiap tahun, tapi tahun ini dihapus pemerintah pusat, padahal kita punya 6000 warga yang berprofesi sebagai nelayan, dan butuh sentuhan program seperti pengadaan kapal, tapi tahun ini program tak bisa dilaksanakan, mau diapa, kondisi bangsa yang sedang dialnda pandemi virus corona,” kata Rijal. (is)

You might also like More from author

Comments are closed.